Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke KITAB SHALAT BAGIAN 09 TUNTUNAN SALAT LIMA WAKTU.
Entitas yang Disebut
- ‘Ā’isyah — Perawi hadis tentang aurat wanita dan hadis tentang istihadah.
- ‘Abd al-Jabbār Ibn Wā’il — Perawi hadis tentang posisi ibu jari sejajar telinga saat takbir.
- ‘Abdullah Ibn ‘Umar — Disebut dalam rujukan hadis tentang tidak mengangkat tangan saat bangkit dari sujud.
- ‘Abdullāh Ibnu Abī Qatādah — Perawi hadis dari ayahnya Abu Qatadah.
- ‘Abdurrazzaq — Perawi hadis yang meriwayatkan hadis basmalah sir.
- ‘Alī — Sahabat dan khalifah keempat, namanya disebut dalam konteks hadis daif.
- ‘Alī Ibn Abī Ṭālib — Sahabat sekaligus khalifah yang meriwayatkan doa iftitah wajjahtu
- ‘Alqamah bin Waqqash al-Laitsy — Perawi hadis tentang niat dari Umar bin Khattab.
- ‘Alqamah Ibn Abī Waqqāṣ al-Laiṡī — Perawi hadis pertama dari ‘Umar bin Khattab.
- ‘Āmir Ibn ‘Abdullāh Ibn az-Zubair — Perawi hadis tentang letak tangan saat duduk tasyahud.
- ‘Āṣim Ibn Kulaib — Guru para rawi yang meriwayatkan hadis tentang jari telunjuk tanpa gerakan.
- ‘Imrān Ibn Ḥusain — Sahabat Nabi yang bertanya tentang salat bagi orang sakit.
- ‘Īsā Ibn Yūnus — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah — Perawi hadis dari Umar.
- ‘Umar — Sahabat yang disebut tidak mengeraskan basmalah dalam salat.
- ‘Umar bin al-Khaṭṭab — Khalifah kedua yang meriwayatkan hadis tentang niat di atas mimbar.
- ‘Umar bin Khathab — Khalifah yang bertanya kepada Abu Waqid.
- ‘Umar Ibn ‘Abd al-‘Azīz — Disebut dalam hadis Anas sebagai contoh salat yang mirip Nabi.
- ‘Utsman — Sahabat yang disebut tidak mengeraskan basmalah dalam salat.
- Abdullāh Ibn Mas‘ūd — Perawi hadis tentang bacaan tasbih rukuk dan sujud tiga kali.
- Abu 'Awanah — Perawi hadis yang meriwayatkan hadis basmalah sir.
- Abu al Jauza — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Abu Bakar — Sahabat yang disebut tidak mengeraskan basmalah dalam salat.
- Abū Bakr aṣ-Ṣiddīq — Sahabat yang meminta doa untuk dibaca dalam salat.
- Abū Bakr Ibn Abī Syaibah — Meriwatkan hadis Abū Hurairah tentang lutut lebih dahulu
- Abu Daud — Perawi hadis yang meriwayatkan hadis tentang merenggangkan jari saat rukuk.
- Abū Dāwūd — Perawi hadis yang meriwayatkan hadis tentang salat safar.
- Abu Dawud Thayalisi — Perawi hadis yang meriwayatkan hadis basmalah sir.
- Abu Humaid as Sa‘idiy — Sahabat yang meriwayatkan hadis tentang cara rukuk dan iktidal.
- Abū Ḥumaid as-Sā‘idī — Sahabat Nabi yang hafal tata cara salat.
- Abū Hurairah — Perawi hadis tentang Allah melihat hati dan amal.
- Abū Khālid al-Ahmar — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Abū Ma‘mar — Perawi hadis tentang gerak janggut Nabi saat salat.
- Abu Mas‘ud al Anshariy — Sahabat yang meriwayatkan hadis tentang cara salawat.
- Abū Qatādah — Perawi hadis tentang kelalaian salat karena tidur.
- Abu Sa’id al Khudriy — Sahabat yang turut meriwayatkan hadis tentang salam.
- Abū Sa'īd al-Khudrī — Sahabat Nabi, meriwayatkan hadis tentang bacaan taawuz pada salat malam.
- Abū Wāqid al-Laitsī — Sahabat yang ditanya Umar.
- Adz-Dzahabiy — Ulama hadis yang menyetujui penilaian sahih al-Hakim.
- Aḥmad — Perawi hadis, pengumpul Musnad Ahmad.
- Ahmad bin Hanbal — Imam mazhab, termasuk yang berpendapat membaca basmalah.
- Al Albani — Ulama hadis yang menilai hadis tersebut daif.
- Al Baihaqy — Perawi hadis yang turut meriwayatkan hadis basmalah.
- Al Bukhariy — Perawi hadis Abū Humaid as-Sā‘idī.
- Al Hakim — Ulama hadis yang menilai sahih hadis Abū Hurairah.
- al-Arna’ūṭ — Ulama hadis yang turut menilai sahih hadis tersebut.
- al-Baihaqī — Mukharij yang menyatakan bahwa menggerak-gerakkan maksudnya mengacungkan, bukan memutar.
- al-Barā’ Ibn ‘Āzib — Perawi hadis tentang meletakkan telapak tangan dan mengangkat siku saat sujud
- al-Bukhārī — Perawi hadis yang meriwayatkan hadis tentang salat bagi yang sakit.
- al-Ḥakam — Ulama yang berpendapat kebolehan jahar dan sir sama.
- Al-Jazīrī — Pengarang al-Fiqh ‘alā al-Mażāhib al-Arba‘ah yang dirujuk dalam catatan kaki.
- al-Khatīb al-Bagdādī — Perawi hadis yang turut meriwayatkan hadis basmalah.
- Al-Khaṭṭābī — Ulama yang menyatakan hadis Wā'il tentang lutut lebih dahulu lebih otentik
- al-Laiṡ — Perawi dalam sanad hadis basmalah jahar.
- al-Mubārakfūrī — Ulama yang memilih pendapat boleh jahar atau sir dalam salat jahar.
- Al-Qādī Abū aṭ-Ṭayyib aṭ-Ṭabarī — Ulama yang meriwayatkan pendapat kebolehan jahar dan sir.
- Ali bin Abi Thalib — Sahabat Nabi yang meriwayatkan doa rukuk Allāhumma laka raka‘tu.
- An Nasaiy — Imam hadis, perawi hadis tentang basmalah.
- an-Nasā’ī — Perawi hadis dalam riwayat dari Wā'il Ibn Ḥujr
- Anas — Sahabat Nabi, perawi hadis tentang mengikuti imam.
- Anas bin Malik — Sahabat yang menyatakan tidak mendengar basmalah dibaca jahar.
- As San’aniy — Ulama yang menyatakan Nabi terkadang menjahar dan terkadang memelankan basmalah.
- as-Sam‘ānī — Ulama yang memandang hadis Abū Hurairah tentang tangan lebih dahulu sebagai terbalik dan daif
- Aṣ-Ṣan‘ānī — Ulama yang menyatakan hadis Abū Hurairah tentang tangan lebih dahulu mengalami keterbalikan
- as-Sarakhsī — Pengarang kitab al-Mabsūṭ yang menggunakan hadis niat sebagai dasar.
- asy-Syafi'i — Imam mazhab, berpendapat membaca basmalah dengan jahr dalam salat jahr.
- asy-Syaukānī — Ulama yang menyebutkan pendapat Imam asy-Syāfi‘ī tentang pandangan ke tempat sujud.
- asy-Syīrāzī — Fakih Syafii yang menyatakan niat di hati tidak perlu dilafalkan.
- At Tirmidzy — Imam hadis, perawi hadis Ibnu 'Umar dan Abū Sa'īd al-Khudrī.
- at-Tahawiy — Perawi hadis yang turut meriwayatkan hadis basmalah.
- at-Tirmiziy — Imam perawi hadis, meriwayatkan hadis tentang salam dan salat.
- at-Turmuzi — Perawi hadis tentang meletakkan lutut sebelum tangan
- Ath Thabrany — Perawi hadis yang meriwayatkan hadis bacaan Rasulullah.
- Az-Zabidi — Pengarang kitab Tājul-‘Arūs yang dirujuk dalam catatan kaki.
- Basyir bin Sa’ad — Sahabat yang bertanya tentang cara salawat kepada Nabi.
- Beirut — Kota tempat penerbit kitab Zād al-Ma‘ād
- Budail Ibn Maisarah — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Daraquthni — Perawi hadis yang turut meriwayatkan hadis basmalah.
- Fatimah binti Abi Hubaisy — Wanita yang bertanya tentang istihadah kepada Nabi.
- Gundar — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Hammām — Seorang perawi hadis yang menjelaskan posisi tangan Nabi saat takbir
- Hudzaifah bin Al Yaman — Sahabat yang meriwayatkan hadis tentang bacaan rukuk Subḥāna rabbiyal-‘aẓīm.
- Husain al-Mu‘allim — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Ḥużaifah — Perawi hadis tentang bacaan saat rukuk dan sujud
- Ibn Abī Aufā — Sahabat yang meriwayatkan bacaan iktidal mil'u as-samawat.
- Ibn Rajab — Pengarang Fatḥ al-Bārī yang dirujuk dalam catatan kaki tentang aurat.
- Ibnu Abdil Barr — Perawi hadis yang turut meriwayatkan hadis basmalah.
- Ibnu Abi Laila — Ulama yang berpendapat kebolehan jahar dan sir sama.
- Ibnu Abi Mulaikah — Perawi dalam sanad hadis basmalah jahar.
- Ibnu Abi Syaibah — Perawi hadis yang meriwayatkan hadis bacaan Rasulullah.
- Ibnu Juraij — Perawi dalam sanad hadis basmalah jahar.
- Ibnu Majah — Imam perawi hadis, meriwayatkan hadis tentang salam.
- Imam Abu Hanifah — Imam mazhab Hanafi, berpendapat salam sunat dalam salat.
- Imam Syafi’i — Imam mazhab Syafi'i, berpendapat salam wajib dalam salat.
- Indonesia — Nama negara dalam keterangan penerbit kitab Subul as-Salām
- Ishāq Ibn Ibrāhīm — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Ishāq Ibn Rahawaih — Ulama terdahulu yang membolehkan membaca basmalah jahar atau sir.
- Jābir Ibn Samurah — Perawi hadis tentang salat dengan pakaian yang dipakai berhubungan badan.
- Ka‘b Ibn ‘Ujrah — Perawi hadis tentang bacaan selawat kepada Nabi dalam salat.
- Kakbah — Bangunan suci di Masjidil Haram, Mekah, sebagai arah kiblat salat.
- Khabbab — Sahabat yang ditanya Abū Ma‘mar.
- Khālid — Perawi dalam sanad hadis basmalah jahar.
- Kulaib — Perawi hadis dari Wā'il Ibn Ḥujr
- Mālik Ibn al-Ḥuwairiṡ — Perawi hadis tentang salat sebagaimana Nabi.
- Mālik Ibn al-Ḥuwairiṡ al-Laiṡī — Perawi hadis tentang cara duduk sebelum berdiri ke rakaat ganjil.
- Mālik Ibn Buḥainah — Perawi hadis tentang merenggangkan tangan saat salat
- Masjidil Haram — Masjid di Mekah tempat Kakbah berada, arah kiblat umat Islam.
- Mu‘āż Ibn Jabal — Sahabat yang diajari doa oleh Nabi Muhammad saw.
- Muhammad bin ‘Amr bin ‘Atha’ — Tabiin yang meriwayatkan hadis tentang tata cara iktidal dari Abu Humaid.
- Muhammad bin al-Mutsanna — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Muhammad bin Ja’far — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Muhammad Ibn ‘Abdillāh Ibn ‘Abd al-Hakam — Perawi dalam sanad hadis basmalah jahar.
- Muhammad Ibn ‘Abdillāh Ibn Numair — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Muhammad Ibn ‘Umar Ibn ‘Aṭā’ — Perawi yang mendengar langsung dari Abū Humaid.
- Muslim — Perawi hadis doa iftitah dengan redaksi berbeda
- Nabi Muhammad saw — Nabi yang mengajarkan tata cara salat dan doa.
- Nāfi‘ — Perawi hadis tentang tempat mengangkat tangan dalam salat.
- Nu‘aim al Mujmir — Perawi hadis yang menceritakan salat di belakang Abū Hurairah.
- Qatadah — Perawi yang mewartakan hadis dari Anas.
- Qutbah bin Malik — Sahabat yang salat Subuh bersama Nabi.
- Rasulullah saw — Nabi Muhammad SAW, sumber utama tata cara salat dalam naskah.
- Rifā‘ah Ibn Rāfi‘ az-Zuraqī — Sahabat yang meriwayatkan bacaan iktidal panjang.
- Sa'd bin Ubadah — Sahabat yang majlisnya didatangi Rasulullah saw.
- Sa‘īd Ibn Abī Hilāl — Perawi dalam sanad hadis basmalah jahar.
- Sālim Ibn ‘Abdullāh — Perawi hadis dari ayahnya tentang cara angkat tangan Nabi.
- Sufyān aṡ-Ṡaurī — Salah seorang rawi sejawat Zā’idah yang tidak menyebutkan gerakan jari.
- Syaqīq Ibn Salamah — Perawi hadis yang meriwayatkan dari ‘Abdullāh Ibn Mas‘ūd tentang bacaan tasyahud.
- Syu‘aib — Perawi dalam sanad hadis basmalah jahar.
- Syu'bah — Perawi dalam sanad hadis basmalah sir.
- Ṭalḥah Ibn ‘Ubaidillāh — Perawi hadis tentang kewajiban salat lima waktu.
- Ummu Salamah — Istri Nabi yang meriwayatkan cara bacaan Rasulullah saw.
- Wā'il — Perawi hadis tentang meletakkan lutut sebelum tangan saat sujud
- Wā’il Ibn Ḥujr — Perawi hadis tentang tata cara bersedekap.
- Yahyā Ibn Sa‘īd — Perawi hadis tentang kencing di masjid.
- Yahyā Ibn Sa‘īd al-Umawī — Perawi dalam sanad hadis basmalah jahar.
- Zā’idah — Rawi yang disebutkan sebagai sumber anomali dalam sanad hadis gerak jari telunjuk.
Istilah Kunci
- Al Jam’u — Mengkompromikan dalil-dalil yang tampak berlawanan.
- Al-Fatihah (الفاتحة) — Surat pembuka al-Quran yang wajib dibaca dalam setiap rakaat salat.
- al-Qur'an (الْقُرْآن) — Kitab suci umat Islam yang menjadi sumber bacaan dalam salat.
- Amin (آمِينَ) — Ucapan yang diucapkan setelah membaca Al-Fatihah dalam salat.
- Aurat (العورة) — Bagian tubuh yang wajib ditutup saat salat.
- Basmalah (البسملة) — Bacaan bismillāhir-raḥmānir-raḥīm yang dibaca sebelum al-Fatihah dalam salat.
- Daif (ضعيف) — Istilah untuk hadis lemah tentang meletakkan tangan lebih dahulu
- Doa Iftitah (دعاء الاستفتاح) — Doa yang dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah
- Doa perlindungan (التعوذ) — Doa memohon perlindungan dari azab kubur, neraka, fitnah Dajjal, dll.
- Duduk Iftirasy — Cara duduk di antara dua sujud dengan menjulurkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan.
- Duduk Istirahat — Duduk sejenak sebelum berdiri ke rakaat berikutnya.
- Duduk Tawaruk — Cara duduk pada tasyahud akhir dengan memasukkan kaki kiri ke bawah kaki kanan.
- Hadas besar (حدث أكبر) — Keadaan tidak suci yang disebabkan keluarnya mani, hubungan seksual, haid, atau nifas.
- Hadas kecil (حدث أصغر) — Keadaan tidak suci yang disebabkan buang air, tidur nyenyak, menyentuh kemaluan, atau hilang akal.
- Hadis ahad (حَدِيثُ آحَاد) — Hadis yang diriwayatkan oleh satu atau beberapa perawi namun tidak mencapai mutawatir.
- HPT — Himpunan Putusan Tarjih yang memuat ketentuan salam penutup salat.
- Ibadah mahdah (عبادة محضة) — Ibadah khusus yang ketentuannya telah ditetapkan, seperti salat fardu.
- Iftitah (الافتتاح) — Doa pembuka salat yang dibaca setelah takbiratul ihram.
- Ijmak (إِجْمَاع) — Kesepakatan ulama.
- Ikhlas (إخلاص) — Keikhlasan niat hanya karena Allah, menjadi syarat diterimanya ibadah.
- Iktidal (الاعْتِدَال) — Berdiri tegak setelah rukuk sebelum sujud.
- Imam (الإمام) — Pemimpin salat berjamaah.
- Istiazah (الاستعاذة) — Sinonim taawuz, yaitu bacaan berlindung kepada Allah yang diucapkan dalam salat.
- Istihadah (الاستحاضة) — Darah penyakit yang keluar dari rahim wanita di luar siklus haid.
- Jahar (الجهر) — Bacaan dengan suara keras dalam salat, terutama pada salat Magrib, Isya, dan Subuh.
- Jahr (جَهْر) — Bacaan keras dalam salat.
- Jumhur (الجمهور) — Mayoritas fuqaha yang mewajibkan salam dalam salat.
- Kaidah Fiqh — Kaidah bahwa mengamalkan dalil lebih utama daripada mengabaikannya.
- Kaidah usul fikih (قَاعِدَةُ أُصُولِ الْفِقْه) — Prinsip dalam menetapkan hukum Islam.
- Khusyuk (خشوع) — Konsentrasi penuh kepada Allah dalam salat.
- Kiblat (قبلة) — Arah salat, yaitu Kakbah di Masjidil Haram.
- Maklub (مقلوب) — Istilah untuk hadis yang terbalik matannya menurut Ibn al-Qayyim
- Mandi (الغسل) — Cara bersuci dari hadas besar dengan membasahi seluruh tubuh.
- Manhaj Tarjih — Pedoman penyelesaian taarud dalil dalam tarjih.
- Marfuk (مرفوع) — Istilah untuk hadis yang disandarkan kepada Nabi saw
- Marjuh (المرجوح) — Pendapat yang lemah atau tidak dipilih dalam tarjih.
- Muttafaq 'alaih (متفق عليه) — Istilah untuk hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
- Nasakh — Mengganti dalil terdahulu dengan dalil yang datang kemudian.
- Niat (نية) — Kehendak kuat dan ikhlas di hati untuk melakukan ibadah karena Allah.
- Rabbanā lakal-ḥamd (رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ) — Bacaan makmum setelah imam membaca sami'allāhu.
- Rabbanā Wa Lakal-ḥamdu (رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ) — Doa yang dibaca setelah bangkit dari rukuk.
- Rajih (الراجح) — Pendapat yang kuat atau dipilih dalam tarjih.
- Rakaat (ركعة) — Satuan unit dalam salat yang terdiri dari serangkaian gerakan dan bacaan.
- Rukuk (ركوع) — Gerakan membungkuk dalam salat, disebutkan dalam konteks isyarat bagi yang sakit.
- Salam (السلام) — Ucapan salam penutup salat.
- Salat (الصلاة) — Ibadah berupa ucapan dan perbuatan tertentu, dimulai takbiratul-ihram diakhiri salam, merupakan rukun Islam kedua.
- Salat fardu (صلاة الفرض) — Salat wajib lima waktu yang telah ditentukan waktunya.
- Salat jamaah (صَلَاةُ الْجَمَاعَة) — Salat berjemaah.
- Salat munfarid (صَلَاةُ الْمُنْفَرِد) — Salat sendirian.
- Salat sunat (صلاة سنة) — Salat tambahan di luar salat wajib, disebut dalam hadis Ṭalḥah.
- Salawat (الصلاة على النبي) — Doa untuk Nabi Muhammad yang dibaca setelah tasyahud.
- Sami‘allāhu Liman ḥamidah (سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ) — Ucapan yang dibaca saat bangkit dari rukuk.
- Sedekap — Posisi tangan saat berdiri dalam salat setelah takbiratul ihram.
- Sir (السر) — Bacaan dengan suara lirih dalam salat, terutama pada salat Dzuhur dan Asar.
- Sirr (سِرّ) — Bacaan pelan dalam salat.
- Subbūḥun quddūsun (سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ) — Bacaan sujud yang memuji kesucian Allah.
- Subḥāna rabbiyal-a'lā (سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى) — Bacaan tasbih saat sujud.
- Sujud (سجود) — Gerakan bersujud dalam salat, disebutkan dalam konteks isyarat bagi yang sakit.
- Syuzuz (شذوذ) — Anomali atau penyimpangan dalam sanad hadis karena perbedaan periwayatan.
- Ta'arudh — Pertentangan dalil yang diselesaikan melalui jamak lalu tarjih, nasakh, atau tawakuf.
- Taawuz (التعوذ) — Bacaan memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan, dibaca setelah doa iftitah dalam salat.
- Takbir (تَكْبِير) — Ucapan Allahu Akbar yang diucapkan saat memulai gerakan salat.
- Takbiratul-ihram (تكبيرة الإحرام) — Ucapan takbir yang menandai dimulainya salat.
- Tanawwu' (التنوع) — Keragaman dalam ibadah, di sini terkait pilihan lafal salam.
- Tarjih — Memilih dalil yang lebih kuat setelah jamak tidak dapat dilakukan.
- Tasyahud (التشهد) — Bacaan tahiyat dalam salat.
- Tasyahud Akhir — Duduk tasyahud pada rakaat terakhir yang diakhiri salam.
- Tasyahud Awal — Duduk tasyahud pada rakaat kedua sebelum rakaat terakhir.
- Tawaqquf — Tidak mengambil keputusan ketika dalil tidak dapat dijamak.
- Tawaruk — Salah satu posisi duduk dalam salat pada rakaat terakhir.
- Tayammum (التيمم) — Bersuci dengan tanah sebagai pengganti wudhu atau mandi jika tidak ada air.
- Tayamum (التيمم) — Cara bersuci pengganti wuduk atau mandi ketika tidak ada air atau tidak bisa menggunakannya.
- Tumakninah (الطُّمَأْنِينَة) — Keadaan tenang dan khusyuk dalam setiap gerakan salat.
- Ummul-Kitab (أُمُّ الْكِتَاب) — Nama lain al-Fatihah.
- Wudhu (الوضوء) — Bersuci dengan air sebelum salat, disebutkan dalam ayat dan hadis.
- Wuduk (الوضوء) — Cara bersuci dari hadas kecil dengan menggunakan air.
Rujukan Al-Qur'an
- Al-Baqarah — ayat 115, 144, 222, 238
- Ali 'Imran — ayat 103
- Al-Ma'idah — ayat 6
- Al-A'raf — ayat 31, 204
- At-Taubah — ayat 103
- Al-Isra — ayat 78
- Al-Hajj — ayat 77
- Al-Mu'minun — ayat 2
- An-Nur — ayat 56
- Al-Muddassir — ayat 4
- Al-Bayyinah — ayat 5
Source File
raw/Referensi Tarjih/Fikih Muhammadiyah/KITAB-SHALAT/KITAB-SHALAT-BAGIAN-09-TUNTUNAN-SALAT-LIMA-WAKTU.md