Sumber

Tanya Jawab Agama 5 Haji

Folder: TJA 5#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke Tanya Jawab Agama 5 Haji.

Entitas yang Disebut

  • Abbas — Memohon izin untuk bermalam di Makkah karena tugas memberi minum jamaah haji.
  • Abu Bakar — Tokoh yang menemani Nabi dalam perjalanan.
  • Abu Hurairah — Sahabat nabi yang memberikan pesan doa saat melepas orang pergi haji.
  • Abu Juhaifah — Perawi hadis yang meriwayatkan bahwa Haji Akbar adalah hari Arafah.
  • Ahmad — Berpendapat bahwa penyembelihan dam wajib maupun tathawu' dilakukan pada hari nahar.
  • Ahmad Azhar Basyir — Salah satu tim ahli penyusun buku Tanya Jawab Manasik Haji.
  • Ahmad Ibn Hambal — Berpendapat bahwa mabit di Mudzalifah wajib sampai sesudah tengah malam.
  • Aisyiyah — Lembaga yang bersama Majelis Tarjih menerbitkan buku Tuntunan Manasik Haji.
  • Ali — Menerima sisa penyembelihan unta dari Rasulullah.
  • Ali bin Abi Thalib — Perawi hadis terkait umrah setiap bulan.
  • Anas — Perawi hadis terkait perjalanan ke Makkah.
  • Asma’ — Melempar jumrah pada malam hari pada masa Rasulullah.
  • Atha’ — Memberitahukan bahwa melempar jumrah di malam hari sudah dilakukan pada masa Rasulullah.
  • Ats Syafi’i — Berpendapat mabit di Mudzalifah wajib sekadar sedetik setelah tengah malam.
  • Bukhari — Perawi hadis yang dikutip terkait miqat.
  • Ibn Abbas — Menyatakan Nabi menyuruh keluarga untuk tidak melempar jumrah sampai terbit fajar.
  • Ibnu Majah — Sumber hadis yang sanadnya dinilai dlaif.
  • Ibnu Umar — Sahabat nabi yang meriwayatkan hadis tentang doa saat berpamitan pergi haji.
  • Jabir — Perawi hadits mengenai penyembelihan unta Rasulullah.
  • Jabir Ibnu Abdillah — Sahabat nabi yang ditanya tentang tempat mulai ihram.
  • Majelis Tabligh PWM Sumatera Selatan — Pihak yang mengajukan beberapa pertanyaan terkait manasik haji.
  • Majelis Tarjih — Majelis yang menerbitkan Tuntunan Manasik Haji.
  • Malik — Berpendapat mabit di Mudzalifah cukup sekadar istirahat unta, shalat, makan dan minum.
  • Rasyid Ridla — Tokoh yang memberikan pendapat mengenai hari terjadinya Haji Wada'.
  • Syaiful Amin — Penanya terkait teknis puasa denda haji.
  • Umar Ibnu al Khatab — Khalifah yang menetapkan miqat penduduk Irak.
  • Ummi Salamah — Diutus Nabi pada malam Nahar untuk melempar jumrah sebelum fajar.
  • Utsman — Tokoh yang menemani Nabi dalam perjalanan.

Istilah Kunci

  • Bid’ah (بدعة) — Perbuatan baru dalam agama tanpa dalil.
  • Dam (دم) — Denda bagi jamaah haji yang tidak melakukan kewajiban manasik.
  • Dlaif (ضعيف) — Status hadis yang sanadnya lemah.
  • Haji Akbar (حج أكبر) — Istilah yang secara tekstual terdapat dalam al-Qur'an surat at-Taubah ayat 3.
  • Ifrad — Salah satu cara mengerjakan ibadah haji.
  • Ihram (إحرام) — Niat memasuki ibadah haji atau umrah.
  • Ijtihad (اجتهاد) — Pengambilan hukum oleh ulama.
  • Istita’ah (استطاعة) — Syarat kemampuan seseorang untuk melaksanakan ibadah haji.
  • Jama’ (جمع) — Menggabungkan dua shalat dalam satu waktu.
  • Mabit — Bermalam di suatu tempat selama ibadah haji.
  • Miqat (ميقات) — Tempat memulai ihram haji atau umrah.
  • Miqat Makani (ميقات مكاني) — Tempat dimulainya niat ihram untuk haji dan umrah.
  • Qadla (قضاء) — Mengganti ibadah yang terlewat atau tidak dilaksanakan pada waktunya.
  • Qashar (قصر) — Meringkas shalat empat rakaat menjadi dua rakaat.
  • Qiran — Salah satu cara mengerjakan ibadah haji.
  • Tahalul — Dibolehkannya kembali hal-hal yang sebelumnya dilarang saat ihram.
  • Tamattu’ — Cara mengerjakan haji dengan melakukan umrah terlebih dahulu sebelum haji.
  • Tasyrik (تشريق) — Hari-hari setelah hari Nahar (11, 12, 13 Dzulhijjah).
  • Thawaf (طواف) — Mengelilingi Ka'bah.
  • Wukuf (وقوف) — Kegiatan ibadah haji di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Rujukan Al-Qur'an

Catatan Ekstraksi

  • Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.

Source File

raw/Tanya Jawab Agama/TJA 5/Tanya Jawab Agama 5 Haji.md

Menampilkan 30 dari 52 catatan
Kembali ke TJA 5