Sumber

Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 13 1 15 Juli Hukum Berhaji dengan Visa Nonhaji Murur di Muzdalifah dan Tanazul di Mina

Tahun 2024Folder: Fatwa 2024#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 13 1 15 Juli Hukum Berhaji dengan Visa Nonhaji Murur di Muzdalifah dan Tanazul di Mina.

Entitas yang Disebut

  • 'Ubadah bin Ash-Shamit — Sahabat yang meriwayatkan hadits tentang larangan bahaya.
  • Abu Hurairah — Sahabat yang meriwayatkan hadits tentang penipuan dan syarat umat Islam.
  • Aisyah — Istri Nabi yang meriwayatkan hadits tentang Saudah bertolak lebih dulu dari Muzdalifah.
  • al Fadl ibnul Abbas — Pembonceng di belakang Rasulullah dalam hadits tentang perjalanan haji.
  • Arab Saudi — Negara tempat pelaksanaan haji; waktu murur dirilis dalam waktu Arab Saudi.
  • Arafah — Tempat wukuf dan titik awal perjalanan menuju Muzdalifah.
  • At-Tirmidzi — Perawi hadits tentang haji yang tidak bercampur kefasikan.
  • Atang Solihin — Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid yang menandatangani fatwa.
  • Bukhari — Periwayat hadits Aisyah tentang Saudah.
  • Hamim Ilyas — Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid yang menandatangani fatwa.
  • Ibn ‘Abbās — Sahabat Nabi yang meriwayatkan hadits tentang perjalanan dari Arafah dan lempar jamrah.
  • Ibn Majah — Perawi hadits tentang larangan bahaya.
  • Indonesia — Negara asal jamaah haji yang pada 2024 memiliki 21% kelompok lansia, rentan sakit, dan difabel.
  • Jabir — Sahabat Nabi yang meriwayatkan hadits tentang shalat dan mabit di Muzdalifah.
  • Kementerian Agama Republik Indonesia — Melaporkan ancaman hukum bagi jamaah yang menggunakan visa ziarah.
  • Majelis Tarjih — Lembaga fatwa Muhammadiyah yang memberikan keterangan tentang murur di Muzdalifah.
  • Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah — Menerima pertanyaan dan mengeluarkan penjelasan tentang problematika haji kontemporer.
  • Malik — Perawi hadits dalam al-Muwatta' tentang syarat umat Islam.
  • mazhab Maliki — Mazhab yang mewajibkan dam bagi jamaah yang melakukan tanazul.
  • Mina — Tempat melempar jamrah aqabah dan rangkaian ibadah setelah Muzdalifah.
  • Muhassir — Lembah yang dilalui dalam perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina.
  • Muslim — Perawi hadits tentang penipuan.
  • Muzdalifah — Tempat mabit dan murur antara Arafah dan Mina pada malam 10 Zulhijah.
  • Rasulullah saw — Nabi Muhammad saw yang disebut dalam hadis Aisyah ra.
  • Saudah binti Zam'ah — Istri Nabi yang diizinkan mendahului rombongan dari Muzdalifah karena bertubuh lamban.
  • Wizarah ad-Dakhilah al-Mamlakah al-'Arabiyyah as-Su'udiyyah — Mengonfirmasi besaran denda bagi pelanggar visa.

Istilah Kunci

  • Al-Ashl (الأصل) — Hukum pokok; dalam konteks haji adalah mabit di Muzdalifah.
  • Al-Badl (البدل) — Hukum pengganti; dalam konteks haji adalah murur.
  • Dam (دم) — Denda haji; jamaah murur tidak terkena dam karena tetap dianggap melaksanakan rangkaian.
  • Fusuk (فسوق) — Kefasikan atau perbuatan maksiat yang dilarang saat haji.
  • Haji — Ibadah haji yang dibahas terkait visa, murur, dan tanazul.
  • Hifdz al din — Asas memelihara agama sebagai dasar kebolehan tanazul.
  • Hifdz an-nafs — Asas memelihara jiwa sebagai dasar kebolehan tanazul.
  • HPT — Himpunan Putusan Tarjih jilid III yang menjadi rujukan ketentuan haji.
  • Istita'ah Idariyyah (الإستطاعة الإدارية) — Kemampuan administratif sebagai syarat kemampuan berhaji.
  • Jamak Ta'khir — Penggabungan shalat Magrib dan Isya di Muzdalifah.
  • Jamrah (جمرة) — Lemparan jumrah yang menjadi ibadah di Mina.
  • Jamrah Aqabah — Jumrah besar yang dilempar di Mina pada 10 Zulhijah.
  • Jarimah Diniyyah (جريمة دينية) — Tindakan pidana dalam sudut pandang syariat.
  • Kaidah Fikih — Kaidah bahwa hukum asal yang sulit dapat beralih ke hukum pengganti; menjadi dasar murur.
  • Kaidah Ushul — Kaidah bahwa tidak adanya perincian dalam periwayatan menunjukkan keumuman.
  • Mabit (مبيت) — Bermalam di Muzdalifah atau Mina sebagai rangkaian haji yang dapat diganti murur.
  • Mafsadah (مفسدة) — Keburukan atau kerusakan yang terjadi akibat suatu perbuatan.
  • Mudarat (مضرة) — Bahaya atau kerugian yang ditimbulkan dari suatu perbuatan.
  • Murur (مرور) — Melewati Muzdalifah tanpa bermalam sebagai pengganti mabit bagi jamaah berhalangan.
  • Qashar — Peringkasan shalat ketika safar haji.
  • Rafas (رفث) — Perbuatan keji atau kotor yang dilarang saat haji.
  • Taisir (تيسير) — Prinsip kemudahan dalam ibadah yang mendasari kebolehan tanazul.
  • Talbiyah — Doa yang dibaca jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah.
  • Tanazul (تنزل) — Skema pulang ke hotel di sela-sela ibadah di Mina untuk mengantisipasi kepadatan.
  • Tark al-istifsal (ترك الاستفصال) — Tidak memberikan perincian dalam periwayatan keadaan; menjadi dasar keumuman waktu murur.
  • Uzur syar’ī — Halangan yang dibenarkan syariat sehingga mabit boleh diganti murur.

Rujukan Al-Qur'an

Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.

Source File

raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 2024/TJA-2024-Edisi-13-1-15-Juli-Hukum-Berhaji-dengan-Visa-Nonhaji-Murur-di-Muzdalifah-dan-Tanazul-di-Mina.md

Menampilkan 30 dari 53 catatan
Kembali ke Fatwa 2024