Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke Fatwa 01 2003 angkat tangan dalam berdoa (SM No 12 13 2003).
Entitas yang Disebut
- ‘Abdil-‘Aziz — Perawi hadis.
- ‘Abdul Malik — Perawi hadis.
- ‘Abdullah bin ‘Umar — Sahabat yang meriwayatkan perbuatan Nabi di jamrah.
- ‘Atha — Perawi hadis.
- ‘Umar — Sahabat Nabi.
- Abd Syakur — Penanya terkait hukum mengangkat tangan saat berdoa.
- Abi Burdah — Perawi hadis.
- Abu ‘Usamah — Perawi hadis.
- Abu Bakr bin Abi Syaibah — Perawi hadis.
- Abu Musa — Sahabat Nabi yang meriwayatkan doa Nabi untuk ‘Ubaid Abi ‘Amir.
- Abu Musa al-Asy’ariy — Sahabat Nabi.
- Abul-Walid — Perawi hadis.
- al-Munziriy — Ulama pengumpul hadis.
- al-Qasthalaniy — Ulama yang memberikan penjelasan syarah hadis.
- Anas — Sahabat yang meriwayatkan doa Nabi saat khutbah Jumat.
- Anas bin Malik — Sahabat yang meriwayatkan peristiwa kemarau di masa Nabi.
- as-Shan’aniy — Ulama yang menjelaskan dalam kitab Subulus-Salam.
- az-Zuhriy — Perawi hadis.
- Barid bin ‘Abdillah — Perawi hadis.
- Hammad bin Zaid — Perawi hadis.
- Husyaim — Perawi hadis.
- Ibnu ‘Umar — Sahabat Nabi yang menceritakan perbuatan Nabi di Mina.
- Ibnu Syibah — Perawi hadis.
- Ibrahim ibnul-Munzir — Perawi hadis.
- Ishaq al-Farayiniy — Ulama ahli hadis.
- Ishaq bin ‘Abdillah bin Abi Thalhah — Perawi hadis.
- Isma’il bin ‘Abdillah — Perawi hadis.
- Muhammad bin ‘Ala’ — Perawi hadis.
- Muhammad bin al-Musanna — Perawi hadis.
- Muhammad bin Ja’far — Perawi hadis.
- Muhammad ibnul-A’la — Perawi hadis.
- Musaddad — Perawi hadis.
- Qatadah — Perawi hadis.
- Sa’id — Perawi hadis.
- Salim — Perawi hadis.
- Salim bin ‘Abdillah — Perawi hadis.
- Salman — Sahabat Nabi.
- Sulaiman — Perawi hadis.
- Syu’bah — Perawi hadis.
- Syuraik — Perawi hadis.
- Thalhah bin Yahya — Perawi hadis.
- Tsabit — Perawi hadis.
- Usamah bin Zaid — Sahabat Nabi.
- Utsman bin Syaibah — Perawi hadis.
- Ya’qub bin Ibrahim — Perawi hadis.
- Yahya bin Abi Bukair — Perawi hadis.
- Yahya bin Sa’id — Perawi hadis.
- Yunus — Perawi hadis.
- Yunus bin Yazid — Perawi hadis.
Istilah Kunci
- Al-Jam’u Wa At-Taufiq (الْجَمْعُ وَالتَّوْفِيْق) — Metode mengkompromikan dalil.
- Haji (حَجّ) — Ibadah rukun Islam ke-5.
- Ijtihad Jama’iy (اِجْتِهَاد جَمَاعِي) — Ijtihad yang dilakukan secara musyawarah.
- Istidlal (اِسْتِدْلَال) — Metode penemuan dalil hukum.
- Istisqa’ (اِسْتِسْقَاء) — Shalat atau doa meminta hujan.
- Jamrah (جَمْرَة) — Tempat melontar batu pada ibadah haji.
- Matan (مَتْن) — Isi atau redaksi hadis.
- Mustahab (مُسْتَحَبّ) — Hukum yang dianjurkan.
- Qiyamah (قِيَامَة) — Hari akhirat.
- Sanad (سَنَد) — Rangkaian perawi hadis.
- Ta’abbudi (تَعَبُّدِي) — Ibadah yang bersifat ritual murni.
- Ta’arud (تَعَارُض) — Pertentangan antara dua dalil.
- Wudlu (وُضُوْء) — Kegiatan bersuci.
Rujukan Al-Qur'an
Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.
Catatan Ekstraksi
- Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.
Source File
raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 2003/Fatwa 2003 Edited/Fatwa 01-2003_angkat tangan dalam berdoa (SM No 12-13 2003).md