Apa itu manhaj tarjih?
☝️ Pertanyaan:
🔹 Apa itu Manhaj Tarjih?
✨️ Jawaban:
🔹 Manhaj Tarjih secara harfiah berarti "cara melakukan tarjih". Sebagai istilah, ia lebih dari sekadar cara bertarjih. Tarjih sendiri berasal dari disiplin usul fikih, yaitu menilai dalil-dalil syar'i yang secara zahir tampak saling bertentangan untuk menentukan mana yang lebih kuat. Ar-Razi (w. 606/1209) mendefinisikannya sebagai "menguatkan salah satu dalil atas yang lain sehingga diketahui mana yang kuat lalu diamalkan yang lebih kuat itu dan ditinggalkan yang tidak kuat." Objek tarjih tidak terbatas pada dalil, melainkan juga cara berargumentasi (wajh), pendapat-pendapat (qaul) fikih, dan riwayat-riwayat imam fikih.
🔹 Dalam lingkungan Muhammadiyah, makna tarjih berkembang sehingga identik dengan ijtihad itu sendiri. Dari situ dirumuskan definisi Manhaj Tarjih sebagai:
"suatu sistem yang memuat seperangkat wawasan (atau semangat/perspektif), sumber, pendekatan, dan prosedur-prosedur teknis (metode) tertentu yang menjadi pegangan dalam kegiatan ketarjihan."
🔹 Jadi Manhaj Tarjih memuat empat unsur: (1) wawasan/semangat/perspektif, (2) sumber ajaran, (3) pendekatan, dan (4) metode/prosedur teknis.
- Wawasan (perspektif) tarjih: wawasan paham agama, wawasan tajdid, wawasan toleransi, wawasan keterbukaan, wawasan tidak berafiliasi mazhab, dan wawasan wasatiah (moderat).
- Sumber utama: Al-Qur'an dan Sunah makbulah (hadis sahih dan hasan). Sumber paratekstual/instrumental yang diakui dalam praktik ketarjihan: ijmak, qiyas, maslahah mursalah, istihsan, istishab, tindakan preventif (sadd adz-dzari'ah [menutup jalan menuju kerusakan]), pendapat sahabat (qaul sahabi), syariat umat terdahulu (syar'u man qablana), dan 'urf.
- Pendekatan ijtihad: bayani (bertolak dari nas), burhani (temuan ilmiah/rasional), dan irfani (kedalaman rasa/kesantunan).
- Metode: metode bayani (interpretasi), metode kausasi (sebab-akibat dan maqasid syariah), dan metode sinkronisasi ketika terjadi ta'arud (pertentangan dalil).
📚 Perkembangan lintas naskah:
🔹 Keputusan Tarjih Ke-26, Bab II "Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam" — menegaskan bahwa rumusan Manhaj Tarjih perlu terus dikaji dan dikembangkan seiring perkembangan pemikiran dan permasalahan; Majelis Tarjih ditugaskan mengkaji pengembangan manhaj sekaligus memasyarakatkan manhaj yang ada — Keputusan Tarjih Ke 26 Bab Ii Manhaj Tarjih Dan Pengembangan Pemikiran Islam
🔹 Panduan Penyusunan Fatwa Tarjih Muhammadiyah (1446 H/2024 M) — memuat "Pokok-pokok Manhaj Tarjih Muhammadiyah": pengertian manhaj tarjih, wawasan/semangat tarjih, sumber-sumber ajaran agama, dan pendekatan (bayani, burhani, irfani), serta ragam metode (bayani, kausasi, sinkronisasi) — Panduan Penyusunan Fatwa 02 Bagian Ii Penyusunan Fatwa
🔹 Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 68/KEP/I.0/B/2026, Tanfidz Pengembangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah (hasil Munas XXXII Tarjih Muhammadiyah) — naskah ini menyatakan dirinya sebagai evolusi dari keputusan-keputusan sebelumnya tentang Manhaj Tarjih, dan merinci ulang keempat unsur manhaj, termasuk definisi Manhaj Tarjih di atas, sumber-sumber (ijmak, qiyas, maslahah mursalah, istihsan, istishab, sadd adz-dzari'ah, qaul sahabi, syar'u man qablana, 'urf), serta pendekatan — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P, Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan , Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 05 Lampiran 2 D Sumber Sumber Ajara, Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 06 Lampiran 2 E Pendekatan
🔹 Yang berubah: rumusan 2026 (Munas XXXII) menambah wawasan wasatiah pada daftar perspektif tarjih dan memperluas penjelasan sumber paratekstual serta batasan-batasan (dawabit) maslahah mursalah secara lebih rinci dibanding rumusan dalam Panduan Penyusunan Fatwa. Substansi dasarnya — Al-Qur'an dan Sunah sebagai sumber utama, ijtihad jama'i, penolakan taklid mazhab — tetap konsisten.
✍️ Catatan:
🔹 Istilah "Manhaj Tarjih" juga dirujuk sebagai konsep di Manhaj Tarjih Muhammadiyah dan Manhaj Tarjih. Penelusuran ini memusatkan pada naskah-naskah pokok manhaj; naskah lain di arsip masih mungkin memuat penjabaran lebih lanjut.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Manhaj Tarjih adalah metodologi baku Muhammadiyah dalam berijtihad dan menetapkan hukum, memuat empat unsur pokok — wawasan, sumber, pendekatan, dan metode. Ia dibangun di atas Al-Qur'an dan Sunah makbulah sebagai sumber utama, dengan sumber-sumber paratekstual sebagai pendamping, serta terus dikembangkan lintas waktu (rumusan terkini melalui Keputusan 68/KEP/I.0/B/2026).
💎 Sumber:
🔹️ Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P (2026, Keputusan PP Muhammadiyah No. 68/KEP/I.0/B/2026)
🔹️ Panduan Penyusunan Fatwa 02 Bagian Ii Penyusunan Fatwa (1446 H/2024)
🔹️ Keputusan Tarjih Ke 26 Bab Ii Manhaj Tarjih Dan Pengembangan Pemikiran Islam
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.