Sumber

Tanya Jawab Agama 5 Kehujahan atau Penjelasan Hadits

Folder: TJA 5#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke Tanya Jawab Agama 5 Kehujahan atau Penjelasan Hadits.

Entitas yang Disebut

  • Abu Dawud — Perawi hadis yang disebutkan dalam naskah.
  • Abu Hurairah — Perawi hadis yang dikutip dalam naskah terkait keutamaan masjid.
  • Ad Daruquthny — Ulama yang menolak menggunakan hadits tentang memakai sorban.
  • Ahmad — Penyusun kitab hadits yang memuat riwayat tentang khitanan.
  • al Azdi — Ulama yang menyatakan Ayyub memalsukan hadits.
  • Al Hasan al Basri — Ulama Basrah dari generasi Tabi’in.
  • Al Mizzi — Penyusun kitab Tahzib al-Kamal fi Asma’ ar-Rijal.
  • ath Thabrani — Penyusun kitab hadits yang memuat hadits sorban pada hari Jumat.
  • Ayyub ibn Mudrik — Perawi yang dianggap pendusta dalam sanad hadits sorban.
  • Bukhari — Perawi hadis yang disebutkan sebagai sumber riwayat.
  • Ibnu Hibban — Penulis buku as-Siqat tentang perawi terpercaya.
  • Ibnu Ishaq — Penyusun biografi Nabi yang menjadi perawi dalam sanad hadits.
  • Ibnu Majah — Perawi hadis yang disebutkan dalam naskah.
  • Ibnu Qudamah — Penulis kitab al-Mughni.
  • Imam al Isma’ili — Ulama Syafi’i di Jurjan yang menyatakan hadits 'Kunna naqulu' adalah mauquf.
  • Jalaluddin as Suyuthi — Ulama yang menjelaskan penilaian al-Hafidl al-’Iraqi dan ibn Hajar al-’Asqalani.
  • Muhammad bin Salamah — Salah satu perawi dalam sanad hadits riwayat Ahmad.
  • Muhammad Nasir ad Din al Albani — Penulis kitab Silsilatu al-Ahadis ad-Da’ifah wa al Maudu’ah.
  • Muslim — Perawi hadis yang disebutkan dalam naskah.
  • Nasai — Perawi hadis yang disebutkan dalam naskah.
  • Sa’ad bin Mu’adz — Sahabat Nabi yang menjadi konteks perintah berdiri menghormati tamu.
  • Sa’id bin al Musayyab — Perawi yang menerima hadits dari Utsman bin Abi al-’Ash.
  • Syamsi Husin — Sekretaris Majelis Tarjih Kodya Palembang yang bertanya.
  • Ubai bin Ka’ab — Sahabat Nabi yang disebut sebagai perawi hadits Hasan al-Basri.
  • Ummu Athiyyah — Sahabat Nabi yang memberikan contoh pernyataan terkait perintah Nabi.
  • Utsman bin ‘Affan — Sahabat Nabi yang diriwayatkan haditsnya oleh al-Hasan al-Basri.
  • Utsman bin Abi al ’Ash — Sahabat yang meriwayatkan tentang tidak mendatangi undangan khitanan.
  • Yahya bin Wadih — Perawi yang dinilai sedang-sedang saja, mudallis, dan menganut paham Qadariyah serta Syi’ah.

Istilah Kunci

  • Dha’if (ضعيف) — Hadits yang sanadnya tidak memenuhi kriteria kesahihan.
  • Fadailul a’mal (فضائل الأعمال) — Kategori hadis yang dapat digunakan sebagai motivasi amal.
  • Gharib (غريب) — Status sanad hadits yang diriwayatkan dengan keterbatasan perawi.
  • Hadits (حديث) — Laporan sekitar Nabi saw, baik mengenai perkataan, perbuatan maupun persetujuannya.
  • Jarh (جرح) — Kajian terhadap kredibilitas perawi hadits.
  • Majhul (مجهول) — Sebutan bagi perawi yang tidak dikenal oleh ulama.
  • Marfu’ (مرفوع) — Hadits yang menyandarkan perkataan, perbuatan, atau persetujuan kepada Nabi saw.
  • Matan (متن) — Materi atau isi hadits yang disampaikan melalui sanad.
  • Maudhu’ (موضوع) — Hadits palsu yang tidak bisa dijadikan hujjah.
  • Mauquf (موقوف) — Hadits yang berupa laporan tentang perkataan dan perbuatan sahabat.
  • Mudallis (مدلس) — Sebutan bagi perawi yang melakukan tadlis dalam periwayatan.
  • Sahih (صحيح) — Hadits yang telah diteliti sanad dan matannya serta memenuhi kriteria.
  • Sanad (سند) — Rangkaian orang-orang yang menghubungkan hadits kepada Nabi saw.
  • Tahiyatul masjid (تحية المسجد) — Shalat sunat yang dianjurkan saat memasuki masjid.

Rujukan Al-Qur'an

Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.

Catatan Ekstraksi

  • Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.

Source File

raw/Tanya Jawab Agama/TJA 5/Tanya Jawab Agama 5 Kehujahan atau Penjelasan Hadits.md

Menampilkan 30 dari 44 catatan
Kembali ke TJA 5