Sumber

Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 06 16 31 Maret Tata Cara Pembayaran Fidyah Puasa dan Besarannya

Tahun 2025Folder: Fatwa 2025#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 06 16 31 Maret Tata Cara Pembayaran Fidyah Puasa dan Besarannya.

Entitas yang Disebut

Istilah Kunci

  • Bahan Pangan — Bentuk fidyah.
  • Beras — Bahan pangan.
  • Fatwa Tarjih — Putusan tarjih.
  • Fidyah — Kewajiban memberi makan miskin bagi yang berat puasa.
  • Gandum — Jenis makanan yang digunakan fidyah.
  • Hanafiyah — Mazhab fikih.
  • Illat — Alasan hukum.
  • Istihsan — Metode ijtihad.
  • Kafarat — Besaran fidyah untuk makanan matang dikiaskan kepada kafarat sumpah dalam Qs Al-Maidah.
  • Kemaslahatan — Pembayaran fidyah dengan uang dianjurkan jika lebih mengandung kemaslahatan bagi penerima.
  • Makanan Siap Santap — Bentuk fidyah.
  • Maliki — Mazhab fikih.
  • Masyaqqah — Kesulitan yang tidak memungkinkan puasa.
  • Mazhab Hanbali — Mazhab fikih.
  • mazhab Syafi'i — Pendapat mazhab Syafi'i tentang fidyah satu mudd disebut sepaham dengan Muhammadiyah.
  • Miskin — Fidyah diberikan kepada seorang miskin sebagai penerima.
  • Mud — Satuan ukuran.
  • Mudd — Satu mudd setara dengan ±0,6 kg beras menurut Muhammadiyah.
  • Puasa — Ibadah bulan Ramadhan.
  • Qada — Mengganti puasa yang ditinggalkan.
  • Qimah — Nilai uang.
  • Ramadhan — Bulan Ramadhan disebut sebagai batas waktu pembayaran fidyah secara ta'khir.
  • Rukhsah — Keringanan bagi orag tua.
  • Sa' — Satuan ukuran setara 4 mud.
  • surat al-Maidah — Ayat tentang kafarat sumpah dijadikan dasar kiasan besaran fidyah makanan matang.
  • Sya'ir — Jenis gandum?
  • Syafi'iyah — Mazhab fikih.
  • Ta'jil — Pembayaran fidyah sekaligus segera.
  • Ta'khir — Pembayaran fidyah kemuadian hari.
  • Tamr — Kurma.
  • Zakat Fitri — Zakat di akhir Ramadhan.

Rujukan Al-Qur'an

Source File

raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 2025/TJA-2025-Edisi-06-16-31-Maret-Tata-Cara-Pembayaran-Fidyah-Puasa-dan-Besarannya.md

Menampilkan 30 dari 47 catatan
Kembali ke Fatwa 2025