Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke KITAB SHALAT BAGIAN 10 WAKTU SALAT HISAB.
Entitas yang Disebut
- ‘Abd al Qawī Zakī Ayyād — Penulis artikel tentang waktu shalat di garis lintang besar
- ‘Abdullah Ibn ‘Amr — Periwayat hadis tentang waktu salat fardu.
- Abdur Rahim — Penerus pendapat fajar sadik
- Abū Dāwūd — Perawi hadis tentang waktu salat.
- Abū Qatādah — Periwayat hadis tentang kelalaian salat.
- an-Nasā’ī — Ahli hadis yang meriwayatkan hadis senada dengan hadis Jabir.
- as-Sakhāwī — Penulis al-Maqāṣid al-Ḥasanah yang mengomentari hadis-hadis tentang salat sebagai tiang agama.
- As-Sarakhsi — Ulama yang menegaskan salat sebagai unsur terkuat agama sesudah iman kepada Allah.
- at-Turmużī — Perawi hadis tentang waktu salat.
- Departemen Agama RI — Lembaga pemerintah yang menjadi rujukan hisab rukyat
- Greenwich — Kota di Inggris sebagai acuan bujur
- Ibn Ḥibbān — Perawi hadis yang meriwayatkan hadis Jabir dalam kitab Shahih-nya.
- Ibn Mājah — Perawi hadis tentang waktu salat.
- Indonesia — Negara tempat waktu salat dihitung
- Jabir — Periwayat hadis tentang Jibril mengimami salat.
- Jibril — Malaikat yang mengimami Nabi Muhammad saw untuk menunjukkan waktu salat.
- Kakbah — Tempat suci di Mekah yang disebut dalam hadis
- Moedji Raharto — Penulis makalah tentang posisi matahari untuk waktu shalat
- Mohammad Ilyas — Penulis buku astronomi Islam
- Muslim — Perawi hadis tentang waktu salat.
- Saadoe’ddin Jambek — Penulis buku tentang shalat di daerah kutub
- Syeikh Tahir Djalaluddin Azhari — Ulama yang mengembangkan konsep fajar sadik di Indonesia
- Yogyakarta — Kota di Indonesia yang digunakan sebagai contoh perhitungan awal waktu salat.
Istilah Kunci
- Al-jam‘ (al-jam‘) — Metode kompromistik dalam menafsirkan hadis waktu salat
- Al-Quran (القرآن) — Sumber syariah yang memberikan isyarat umum waktu salat.
- Asar (العصر) — Waktu salat fardu hingga matahari belum menguning.
- Fajar Sadik (fajar sadik) — Fajar yang menjadi tanda masuk waktu subuh
- Gurub (gurub) — Waktu terbenam matahari
- Hadis (حديث) — Sumber perincian waktu-waktu salat fardu.
- Hisab — Metode perhitungan astronomi untuk awal waktu salat
- Ihtiyat (ihtiyat) — Langkah kehati-hatian dalam hisab waktu salat
- Ijmak — Kesepakatan ulama tentang waktu subuh
- Isya (العشاء) — Waktu salat fardu hingga pertengahan malam.
- Magrib (المغرب) — Waktu salat fardu berlangsung sampai hilangnya syafak.
- Rukyat — Metode observasi hilal
- Salat (الصلاة) — Rukun Islam kedua, tiang agama, ibadah yang waktunya ditentukan.
- Salat fardu (الصلاة المفروضة) — Salat wajib lima waktu.
- Salat sunat (صلاة التطوع) — Salat yang tidak wajib, dibedakan menjadi rawatib dan lainnya.
- Salat sunnat rawatib (صلاة السنة الراتبة) — Salat sunat yang menyertai salat fardu lima waktu.
- Shalat Asar — Awal waktu shalat Asar dihitung dengan rumus cotan h = tan zm + 1.
- Shalat Isya — Awal waktu shalat Isya menggunakan ketinggian matahari -18°.
- Shalat Magrib — Awal waktu shalat Magrib ditentukan saat matahari terbenam dengan ketinggian negatif hasil perhitungan s.d., R', dan Dip.
- Shalat Subuh — Awal waktu shalat Subuh menggunakan ketinggian matahari -20°.
- Shalat Zuhur — Awal waktu shalat Zuhur ditentukan saat matahari berkulminasi tanpa rumus ketinggian.
- Subuh (الصبح) — Waktu salat fardu dari terbit fajar hingga sebelum matahari terbit.
- Sunnah Nabi saw (سنة النبي صلى الله عليه وسلم) — Sumber syariah yang merinci waktu salat fardu.
- Syafak (asy-syafaq al-aḥmar) — Mega merah di ufuk barat tanda masuk waktu isya
- Syuruq — Waktu terbit matahari dihitung dengan rumus yang sama dengan magrib tetapi dikurangi ihtiyat.
- Zawal (zawal) — Saat matahari tergelincir setelah kulminasi
- Zuhur (الظهر) — Waktu salat fardu ketika matahari tergelincir hingga bayangan sama panjang dengan benda.
Rujukan Al-Qur'an
Source File
raw/Referensi Tarjih/Fikih Muhammadiyah/KITAB-SHALAT/KITAB-SHALAT-BAGIAN-10-WAKTU-SALAT-HISAB.md