Sumber

KITAB ZIKIR DOA

Folder: Fikih Muhammadiyah#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke KITAB ZIKIR DOA.

Entitas yang Disebut

  • 'Aisyah — Istri Nabi SAW, perawi hadits
  • 'Uqbah Ibn 'Amir — Sahabat yang meriwayatkan perintah membaca al-Mu'awwidzaat setelah shalat.
  • Abdul-Waris Ibnu 'Abdish-Shamad — Perawi hadits dalam sanad riwayat Muslim
  • Abdullah — Perawi hadis doa mohon petunjuk, ketakwaan, kesucian dan kekayaan.
  • Abdullah bin Qais — Sahabat yang disebut dalam hadits adab berdzikir
  • Abdullah bin Umar — Bertanya tentang waktu mustajab pada hari Jumat.
  • Abdur-Rahman bin Ghanm — Perawi hadits dari Nabi tentang dzikir setelah shalat magrib dan subuh
  • Abdur-Rahman Ibn Ghanm — Sahabat yang disebut dalam dalil dzikir
  • Abu 'Isa (at. Tirmidziy) — Perawi hadits yang menilai hadits hasan sahih
  • Abu ad-Darda' — Perawi hadits tentang dzikir sebagai amal terbaik
  • Abu Bakar Ash-Shiddiq — Sahabat yang meriwayatkan perintah Rasulullah saw tentang doa mohon perlindungan.
  • Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy'ari — Perawi hadits doa mohon ampunan dari Rasulullah saw.
  • Abu Daud — Perawi hadits dalam beberapa bab.
  • Abu Dawud — Perawi yang disebut dalam takhrij hadits 'Uqbah tentang al-Mu'awwidzaat.
  • Abu Hurairah — Perawi hadits tentang dzikir dan keutamaan berdzikir
  • Abu Khalid al- Ahmar — Perawi hadits dalam sanad riwayat Muslim
  • Abu Musa al-Asy'ari — Perawi hadits tentang perumpamaan orang yang berdzikir
  • Abu Sa'id — Perawi hadits tentang cara Allah mengabulkan doa: segera, ditabung, atau dijauhkan dari keburukan.
  • Abu Umamah — Perawi hadits keutamaan ayat kursi
  • Abuz-Zubair — Perawi hadits bacaan laa ilaaha illallaah setelah shalat
  • ad-Darimiy — Perawi hadits (Imam ad-Darimi)
  • Ahmad — Perawi hadits (Imam Ahmad bin Hanbal)
  • al-Bukhariy — Perawi hadits tentang turunnya Allah ke langit dunia.
  • al-Hakim — Perawi hadits tentang doa sebagai ibadah.
  • an-Nasa'i — Perawi yang disebut bersama Abu Dawud dan Ahmad dalam takhrij hadits 'Uqbah.
  • an-Nu'man Ibn Basyir — Perawi hadits tentang doa sebagai ibadah.
  • Anas bin Malik — Sahabat yang meriwayatkan doa perlindungan dari kelemahan, kemalasan, dan fitnah.
  • Anas Ibn Malik — Perawi hadits tentang doa antara adzan dan iqamat.
  • at-Tirmidziy — Perawi hadits dan ulama yang menilai keshahihan hadits.
  • Farwah bin Naufal al-Asyja'i — Sahabat yang bertanya kepada Aisyah tentang doa Rasulullah saw.
  • Fudhalah bin Ubaid — Perawi hadits tentang adab doa memulai dengan pujian dan shalawat.
  • Ibn az-Zubair — Sahabat yang mengamalkan bacaan setelah shalat
  • Ibnu Majah — Perawi hadits-hadits doa dan dzikir.
  • Ibnu Numair — Perawi hadits dalam riwayat Muslim
  • Ibnu Umar — Perawi hadits doa mohon ampun dan perlindungan di waktu sore dan pagi.
  • Jumdan — Nama bukit yang dilewati Rasulullah
  • Ka'b bin 'Ujrah — Sahabat yang bertanya tentang cara shalawat kepada Nabi; disebut juga Abu Muhammad Ibn 'Ujzah.
  • Khaibar — Tempat perang atau perjalanan dalam hadits adab
  • Mekah — Tempat tujuan perjalanan Rasulullah dalam hadits
  • Mu'adz bin Jabal — Sahabat yang berkata tentang dzikir sebagai penyelamat dari azab
  • Mu'adz Ibn Jabal — Perawi hadits doa allahumma a'inni
  • Mu'awiyah — Sahabat yang mendengar doa dari Nabi
  • Muhammad Ibn Ka'ab al-Quradhi — Perawi hadits tentang doa setelah shalat
  • Mujahid — Perawi hadits dari Abu Bakar Ash-Shiddiq tentang doa mohon perlindungan.
  • Muslim — Perawi hadits dalam beberapa bab.
  • Muslim bin al-Harits at-Tamimiy — Perawi hadits tentang doa setelah shalat subuh dan magrib
  • Rasulullah SAW — Penyampai hadits yang menjadi dasar hukum doa dan dzikir.
  • Sa'ad bin Abi Waqqash — Sahabat yang haditsnya menjadi dasar bacaan doa perlindungan.
  • Syaddad bin Aus — Sahabat yang meriwayatkan hadits Sayyidul Istighfar.
  • Tsauban — Maula Rasulullah SAW
  • Utsman Ibn Affan — Perawi hadits tentang doa mohon dihindarkan dari bencana.

Istilah Kunci

  • Adzan (الأذان) — Waktu antara adzan dan iqamat dianjurkan untuk berdoa.
  • al-Mu'awwidzaat (الْمُعَوِّذَاتِ) — Tiga surat perlindungan (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas)
  • Al-Mu'awwidzatain (الْمَعُوِّذَتَيْنِ) — Dua surat perlindungan, al-Falaq dan an-Nas, dibaca setelah shalat.
  • Amal shalih — Amal baik yang disebut sebagai dasar dzikir
  • Ayat Kursi (آية الكرسي) — Ayat yang dibaca setelah shalat fardu
  • Azab — Hukuman Allah yang disebut sebagai sesuatu yang diselamatkan oleh dzikir
  • Basmalah (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) — Salah satu lafal dzikir yang berasal dari al-Qur'an.
  • Doa (اَلدُّعَاء) — Permohonan hamba kepada Allah yang merupakan ibadah dan memiliki keutamaan tinggi.
  • Doa mohon dihindarkan dari bencana (ﺑِﺳْمِ ﷲِ اﻟﱠذِي ﻻَ ﯾَﺿُرﱡ ﻣَﻊَ اﺳْﻣِﮫِ ﺷَﻲْءٌ) — Doa yang dibaca tiga kali agar tidak tertimpa musibah mendadak.
  • Doa mohon perlindungan dari kejahatan yang berselubung dalam hati (اﻟﻠﱠﮭُمﱠ ﻓَﺎطِرَ اﻟﺳﱠﻣَوَاتِ وَاﻷَْرْضِ) — Doa yang diajarkan Rasulullah saw kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk pagi, sore, dan saat akan tidur.
  • Doa mohon petunjuk, ketakwaan, kesucian dan kekayaan (jiwa) (اﻟﻠﱠﮭُمﱠ إِﻧِّﻲ أَﺳْﺄَﻟُكَ اﻟْﮭُدَى وَاﻟﺗﱠﻘَﻰ وَاﻟْﻌَﻔَﺎفَ وَاﻟْﻐِﻧَﻰ) — Doa yang dipanjatkan Nabi SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah.
  • Doa perlindungan — Doa memohon perlindungan Allah dari berbagai keburukan.
  • Dzikir (الذكر) — Ibadah mengingat Allah dengan lafadz tertentu seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir
  • Hadits — Sumber dalil berupa sabda Nabi yang dikutip dalam naskah.
  • Hamdalah (الحمدلة) — Menutup doa dengan hamdalah sebagaimana dalam Al-Quran.
  • Hamdalah penutup doa (ﺳُﺑْﺣَﺎنَ رَﺑِّكَ رَبِّ اﻟْﻌِزﱠةِ) — Contoh bacaan hamdalah yang dijadikan penutup doa.
  • Hari Jumat — Salah satu waktu yang lebih makbul untuk berdoa, terutama pada saat tertentu.
  • Hauqalah (لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ) — Lafal dzikir yang berarti tiada daya dan upaya selain dengan Allah.
  • Iqamat (الإقامة) — Waktu antara adzan dan iqamat dianjurkan untuk berdoa.
  • Istighfar (الاستغفار) — Memohon ampun kepada Allah, dianjurkan sebelum berdoa dan sebagai sarana memohon ampunan.
  • LA ILAAHA ILLALLAH (لا إله إلا الله) — Bacaan dzikir yang diucapkan setelah shalat
  • Muttafaqun 'Alaih — Predikat yang disebut pada takhrij hadits shalawat.
  • Puasa — Waktu berpuasa, terutama hingga berbuka, termasuk saat doa mustajab.
  • Sayyidul Istighfar (سَيِّدُ الاِسْتِغْفَارِ) — Doa istighfar utama yang diajarkan Rasulullah saw.
  • Shalat — Ibadah yang disebut dalam konteks doa, yaitu waktu antara imam duduk hingga selesai shalat Jumat.
  • Shalat Fardhu (الصلاة الفرض) — Sesudah shalat fardhu dianjurkan membaca dzikir dan doa tertentu.
  • Shalat Fardlu — Shalat wajib lima waktu
  • Shalat fardu — Salat wajib yang setelahnya Rasulullah membaca zikir dan doa.
  • Shalat Maghrib — Salah satu shalat fardlu yang memiliki bacaan dzikir khusus
  • Shalat Subuh — Salah satu shalat fardlu yang memiliki bacaan dzikir khusus
  • Shalawat (الصلاة على النبي) — Bershalawat atas Nabi Muhammad SAW setelah memuji Allah saat berdoa.
  • Siksa Kubur (عَذَابِ الْقَبْرِ) — Siksaan di alam kubur yang disebut dalam doa perlindungan
  • Sujud (السجود) — Saat sujud adalah waktu terdekat hamba dengan Tuhannya sehingga dianjurkan memperbanyak doa.
  • Syirik (الشرك) — Dosa yang tidak diampuni menurut hadits
  • Tahlil (لا إله إلا الله) — Lafadz dzikir berupa ucapan Laa ilaaha illallah
  • Tahmid (الحمد لله) — Lafadz dzikir berupa ucapan Alhamdulillah
  • Takbir (الله أكبر) — Lafadz dzikir berupa ucapan Allahu Akbar
  • Tasbih (سبحان الله) — Lafadz dzikir berupa ucapan Subhanallah

Rujukan Al-Qur'an

Source File

raw/Referensi Tarjih/Fikih Muhammadiyah/KITAB-ZIKIR-DOA.md

Menampilkan 30 dari 95 catatan
Kembali ke Fikih Muhammadiyah