Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke HPT Jilid 1 Kitab Thaharah.
Entitas yang Disebut
- ‘Aisyah — Rasulullah suka mendahulukan kanannya dalam segala halnya.
- ‘Ammar — Shahabat nabi yang meriwayatkan hadis tentang tayammum.
- ‘Amr bin ‘Ash — Sahabat yang diutus ke medan perang Dzatussalasil.
- ‘Umar bin Khathab — Menceritakan tentang orang yang tidak sempurna wudlunya.
- ‘Utsman — Mempraktikkan cara wudlu Rasulullah.
- Abdullah bin ‘Umar — Menjelaskan cara mengusap telinga saat wudlu.
- Abdullah bin Zaid — Menjelaskan sifat wudlu Nabi.
- Abu Dawud — Perawi hadits yang dirujuk dalam naskah.
- Abu Hurairah — Meriwayatkan hadits tentang kesempurnaan wudlu.
- Abu Sa’id Khudri — Perawi hadis mengenai mandi junub.
- Ahmad — Perawi hadits yang dirujuk.
- Al Quran — Kitab suci yang menjadi sumber hukum.
- Anas — Meriwayatkan hadits tentang sanad yang baik.
- Bilal — Sahabat yang meriwayatkan pengusapan khuf dan ikat kepala.
- Bukhari — Perawi hadits yang dirujuk.
- Busrah binti Shafwan — Perawi hadis mengenai menyentuh kemaluan.
- Daraquthni — Perawi hadits yang dirujuk.
- Fathimah binti Abi Hubaisj — Wanita yang mengalami istihadlah.
- Ibnu ‘Abbas — Sahabat yang memberikan tafsir mengenai menyentuh wanita.
- Ibnu Hibban — Bukan ditemukan secara eksplisit sebagai entitas narasi utama namun rujukannya sering muncul dalam daftar.
- Ibnu Khuzaimah — Perawi hadits yang dirujuk.
- Ibnu Majah — Perawi hadits yang dirujuk.
- Jabir — Perawi hadis mengenai peristiwa tayammum dalam bepergian.
- Maimunah — Perawi hadis mengenai tata cara mandi.
- Majelis Tarjih — Lembaga penerbit himpunan putusan.
- Malik — Perawi hadits yang dirujuk.
- Miqdad bin Aswad — Orang yang disuruh Ali bertanya kepada Nabi tentang madzi.
- Mughirah — Meriwayatkan hadits tentang mengusap surban.
- Mughirah bin Syu’bah — Perawi yang meriwayatkan tentang mengusap khuf.
- Muslim — Perawi hadits yang dirujuk.
- Nasai — Perawi hadits yang dirujuk.
- Shafwan bin ‘Assal — Perawi yang menyampaikan aturan mengusap khuf saat bepergian.
- Thalhah bin ‘Ubaidillah — Perawi hadis mengenai menyentuh kemaluan.
- Tirmidzi — Perawi hadits yang dirujuk.
- Ummi Salamah — Sahabat yang bertanya tentang mandi bagi wanita.
Istilah Kunci
- Al Quran (Al-Quran) — Sumber dalil hukum yang disebutkan dalam naskah.
- Hadits (Hadits) — Landasan penetapan cara berwudlu dan thaharah.
- Haidl (حَيْض) — Darah yang keluar dari wanita yang mewajibkan mandi setelah berhenti.
- Haji — Tidak dibahas di naskah.
- Hisab — Tidak dibahas di naskah.
- Ihram — Tidak dibahas di naskah.
- Ijtihad — Tidak dibahas di naskah.
- Istihadlah (اسْتِحَاضَة) — Darah penyakit bukan darah haid.
- Khuf (خُفّ) — Alas kaki yang diusap saat berwudhu.
- Madzi (مَذْي) — Cairan yang keluar dari kemaluan yang mewajibkan wudhu.
- Mani (مَنِيّ) — Cairan yang keluar yang mewajibkan mandi.
- Miqat — Tidak dibahas di naskah.
- Qamat — Tidak dibahas di naskah.
- Qurban — Tidak dibahas di naskah.
- Riba — Tidak dibahas di naskah.
- Sa’i — Tidak dibahas di naskah.
- Shalat (Shalat) — Aktivitas ibadah yang disyaratkan harus berwudlu terlebih dahulu.
- Tahallul — Tidak dibahas di naskah.
- Talbiyah — Tidak dibahas di naskah.
- Tasyahhud — Tidak dibahas di naskah.
- Tasyrik — Tidak dibahas di naskah.
- Tayammum (تَيَمُّم) — Bersuci dengan debu sebagai pengganti wudhu atau mandi.
- Thawaf — Tidak dibahas di naskah.
- Umrah — Tidak dibahas di naskah.
- Wudlu (وُضُوء) — Tata cara bersuci sebelum shalat.
- Wukuf — Tidak dibahas di naskah.
Rujukan Al-Qur'an
Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.
Catatan Ekstraksi
- Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.
Source File
raw/Himpunan Putusan Tarjih /HPT 1/HPT Jilid 1 Kitab Thaharah.md