Sumber

Fatwa 57 1998 Puasa Sunat Tiga Hari Tiap Bulan, Salat Duha tidak Urut, Kotoran Cicak, Batal Salat, Salat Sunat Rawatib

Tahun 1998Folder: Fatwa 1998#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke Fatwa 57 1998 Puasa Sunat Tiga Hari Tiap Bulan, Salat Duha tidak Urut, Kotoran Cicak, Batal Salat, Salat Sunat Rawatib.

Entitas yang Disebut

  • Abu Daud — Perawi hadis tentang salat Dhuha dan najis.
  • Abu Hurairah — Perawi hadis mengenai salat Dhuha dan kotoran pada terompah.
  • Ahmad — Perawi hadis tentang salat Dhuha dan najis.
  • Al-Hakim — Perawi hadis tentang kotoran di terompah.
  • An-Nasa’i — Perawi hadis mengenai puasa tiga hari.
  • Anas — Perawi hadis tentang keutamaan salat Dhuha.
  • At-Turmuzi — Perawi hadis tentang salat Dhuha dua belas rakaat.
  • Ibnu Hiban — Perawi hadis mengenai puasa tiga hari dan najis kotoran.
  • Ibnu Majah — Perawi hadis tentang salat Dhuha.
  • IKIP PGRI Wates — Institusi asal penanya.
  • Kusdiyanto — Penanya dalam rubrik Fatwa Agama SM.
  • Muslim — Perawi hadis tentang salat Dhuha.

Istilah Kunci

  • Ba’diyah (بعدية) — Salat sunah rawatib yang dikerjakan setelah salat fardu.
  • Ibadah mahdhah (عبادة محضة) — Ibadah yang ketentuan waktu dan cara pelaksanaannya telah ditetapkan.
  • Najis (نجس) — Sesuatu yang kotor yang menghalangi sahnya salat.
  • Puasa al-baid (البيض) — Puasa hari-hari cemerlang pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan.
  • Qabliyah (قبلية) — Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardu.
  • Salat Dhuha (صلاة الضحى) — Salat sunah yang dikerjakan pada waktu Dhuha.
  • Salat sunah rawatib (سنة رواتب) — Salat sunah pengiring salat fardu.
  • Salat tahiyyah mesjid (تحية المسجد) — Salat dua rakaat sebagai penghormatan saat masuk masjid.

Rujukan Al-Qur'an

Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.

Catatan Ekstraksi

  • Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.

Source File

raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 1998/Fatwa 57-1998_Puasa Sunat Tiga Hari Tiap Bulan, Salat Duha tidak Urut, Kotoran Cicak, Batal Salat, Salat Sunat Rawatib.md

Kembali ke Fatwa 1998