Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke Fatwa 22 1999 Azan dan Iqamah di Telinga Bayi Baru Lahir.
Entitas yang Disebut
- ‘Aisyah — Perawi hadis tentang tahnik dan aqiqah.
- Abu Musa — Perawi hadis tentang tahnik bayi.
- Al-Bukhari — Ulama yang menilai hadis azan di telinga bayi sebagai hadis munkar.
- Anas — Perawi hadis tentang pemberian nama anak.
- Himpunan Putusan Tarjih — Dokumen resmi yang memuat panduan Muhammadiyah terkait bayi baru lahir.
- Ibnu Abbas — Perawi hadis doa perlindungan bayi.
- Muhammad bin Saad — Ulama yang menyatakan tidak berhujjah dengan hadis azan di telinga bayi.
- Muhammadiyah — Muhammadiyah tidak mengamalkan hadis tentang azan di telinga bayi.
- Sucipto — Penanya fatwa dari Purworejo.
- Yahya bin Ma’in — Ulama hadis yang menilai ‘Ubaidillah lemah.
Istilah Kunci
- Aqiqah (عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ) — Ketentuan penyembelihan kambing pada hari ketujuh kelahiran.
- Azan (أَذَّنَ) — Praktik azan di telinga bayi baru lahir yang dibahas dalam fatwa.
- Iqamah (إِقَامَة) — Praktik iqamah di telinga bayi baru lahir yang dibahas dalam fatwa.
- Tahnik (يُحَنِّكُهُمْ) — Tuntunan mengusap langit-langit mulut bayi dengan kurma.
Rujukan Al-Qur'an
Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.
Catatan Ekstraksi
- Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.
Source File
raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 1999/Fatwa 22-1999_Azan dan Iqamah di Telinga Bayi Baru Lahir.md