Summary
Naskah lengkap sudah disalin ke Fatwa 10 2003 hadits riwayat al Hakim (SM No 17 2003).
Entitas yang Disebut
- ‘Ubaid bin Muhammad — Guru Al-Hakim yang riwayat hidupnya belum jelas.
- Abu Bakar bin Ishaq Al-Faqih — Guru Al-Hakim yang riwayat hidupnya tidak dikenal di kitab para perawi.
- Abu Musa Al Asy’ari — Perawi yang namanya sering disebut dalam sanad hadis yang dipersoalkan.
- Adz-Dzahabi — Ulama ahli hadis yang memberikan kritik terhadap kitab Al-Mustadrak.
- Al-Bazzar — Imam ahli hadis yang meriwayatkan hadis dari jalur lain.
- Al-Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalany — Ulama yang mengkritik kredibilitas Al-Hakim dalam menentukan status hadis.
- Al-Hakim — Penulis kitab Al-Mustadrak yang dinilai memiliki banyak kesalahan dalam mensahihkan hadis.
- Baihaqy — Imam yang menjelaskan bahwa riwayat yang menyebut Abu Musa Al-Asy’ari tidak terpelihara.
- Slamet Suripto — Penanya dalam naskah yang menjabat sebagai staff Teknik Elektro UMY.
- Thariq bin Syihab — Perawi hadis yang status sanadnya dibahas dalam naskah.
Istilah Kunci
- Dha’if (ضعيف) — Istilah untuk hadis yang lemah derajatnya.
- Mahfudl (محفوظ) — Hadis yang terpelihara periwayatannya.
- Maudlu’ (موضوع) — Hadis palsu yang tidak memenuhi syarat kesahihan.
- Syaadz (شاذ) — Hadis yang perawinya menyendiri dengan tambahan riwayat.
Rujukan Al-Qur'an
Tidak ada rujukan ayat terdeteksi.
Catatan Ekstraksi
- Ayat & nomor surat dideteksi dengan aturan (regex), bukan model bahasa.
Source File
raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 2003/Fatwa 2003 Edited/Fatwa 10-2003_hadits riwayat al-Hakim (SM No 17 2003).md