Putusan

Tanya Jawab Agama 3 Masalah Kesehatan

Folder: TJA 3#auto-import

MASALAH KESEHATAN

  1. Apakah Islam Memperhatikan Kesehatan?
    Tanya: Mohon penjelasan bahwa Agama Islam itu sangat
    memperhatikan kesehatan! (Mhs. AKPER Yogyakarta).
    Jawab: Dalam ketetapan Majlis Tarjih, rumusan agama Islam
    adalah:
    pa
    tha
    AAA
    NK
    PUN
    SI“yu
    AP
    ai
    NAN
    Genes
    Agama Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah yang
    tersebut dalam al-Qur'an dan al-Hadits Shahih (maqbul) berupa perintah-
    perintah dan larangan-larangan serta petunjuk untuk kemaslahatan
    (kesejahteraan) hamba, di dunia dan akhirat.
    Dari pengertian tersebut, kita ketahui bahwa Agama Islam itu
    disyari'atkan kepada manusia untuk kemaslahatan manusia itu sendiri.
    Kemaslahatan itu meliputi:
    a. Kemaslahatan agamanya.
    b. Kemaslahatan diri manusia.
    c. Kemaslahatan harta kekayaannya.
    d. Kemaslahatan generasi (keturunan)nya.
    Mengenai kemaslahatan manusia meliputi kemaslahatan ruhaniah
    dan jasmaniah. Adapun kemaslahatan ruhaniah mencakup keimanan,
    ketagwaan, dan sikap hidup (akhlagul karimah). Sedangkan kemaslahatan
    jasmaniah antara lain, masalah kesehatan tubuh manusia.
    Agama Islam sangat mendorong agar manusia memelihara
    kesehatan jasmaniah dan ruhaniah tersebut. Caranya adalah dengan
    menjaga agar ruhaniah dan jasmaniah tetap sehat dengan menjauhi hal-hal
    yang menimbulkan kerusakan (mafsadah).

  2. Kesehatan Ruhaniah Itu yang Bagaimana?
    Tanya: Mohon penjelasan tentang kesehatan ruhaniah itu yang
    bagaimana? (Mhs. AKPER Yogyakarta).
    Jawab: Agama Islam sangat memperhatikan kesehatan ruhaniah
    dengan cara memberi peringatan kepada manusia agar meningkatkan iman
    dan bertagwa, serta memelihara akhlag yang baik. Menurut kriterianya
    kesehatan ruhaniah (mental) itu ada 8, yang barangkali secara umum dapat
    kita jadikan pedoman, dan sebetulnya sangat erat hubungannya dengan
    iman dan tagwa. Kriteria demikian pada umumnya adalah:
    (1) Mental yang sehat adalah yang dapat mengadakan penyesuaian
    dengan keadaan sekalipun kenyataan itu sangat buruk. Ayat 216 Surat al-
    Bagarah dan 19 Surat an-Nisa' mengingatkan kita agar manusia tidak
    mudah goncangan hatinya dalam menghadapi hal-hal yang dianggap buruk
    karena hal yang tampak buruk itu tidak mesti berakibat buruk. Demikian
    pula dapat terjadi keadaan yang menyenangkan dapat mendatangkan
    kesusahan.
    Surat al-Bagarah ayat 216:
    AI وله Ai Gel دجدور 2 {~ <3
    Rielle anesen:
    Artinya: “Bolehjadi kamu ne sesuatupadahalia amat baik bagimu,dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah
    mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”.
    Suratan-Nisa' ayat 19:
    Pa
    26mn
    Artinya: Maka bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah)
    karena kamu tidak menyukai itupadahalAllah menjadikan padanya kebaikanyang
    banyak”.

(2) Seseorang yang mempunyai mental sejahtera adalah seseorang
yang puas akan hasil perjuangan. Ayat 105 Surat at-Taubah menganjurkan
agar manusia selalu beramal, bekerja yang baik. Karena dengan amal yang
baik akan melihat hasil yang baik pula. Surat at-Taubah ayat 105 adalah:
TAS:
ره
سس
سك
و
و
5
لم
ورم
,183
NS
3NA
وله
وللؤصنون
وسودوية
5C,esnهديكKEحملون
Artinya: Dan katakanlah. “Bekerjalah kamu, maka Allah dari Rasul-
Nya serta orang mukmin akan melihatpekerjaan itu dan kamu akan dikembalikan
kepada Dzat Yang Mengetahui akan yang ghaib dan nyata, lalu diberitakan-Nya
kepada kamu apayang telah kami kerjakan”.
_ Surat az-Zulzalah ayat 7 dan 8:
“9
re
SAIC noe
WS
y
Sabaae
فمن
يحم
[متعالد
Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarah pun,
niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapayang mengerjakan kejahatan
seberat dgarahpun niscaya dia akan melihat balasannya.
(3) Jiwa yang sehat adalah jiwa yang dimiliki oleh orang yang suka
memberi daripada meminta. Surat al-Mudatsir wat6:
Artinya: “Janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh (balasan)
Jang lebih banyak”.
(4) Jiwa yang sehat adalah jiwa yang bebas dari rasa tegang, cemas,
dan tidak putus asa yang berkepanjangan. Al-Our'an melarang berputus asa
dalam mencari rahmat Allah.
Surat Yusuf ayat 87:
Nail
AAN
el
ES

CINE
aay
Artinya: “Sesungguhnya tiada putus asa dari rahmat Allah melainkan
orang kafir”.
(5) Jiwa yang sehat adalah yang suka berhubungan dengan orang
lain dengan cara tolong-menolong. Kita dianjurkan tolong-menolong ini
dalam surat al-Maidah ayat 2:
SIS) F رمد PA 127 Lu PA IIA
an
val
an
ga)
البو
ga
oh
hn
|
Ayo gl
a5
ونعاويواعى
لير
ومموى
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan tagwa, dan
jangan tolong-menolong dalam dosa danpelanggaran”.
(6) Jiwa yang sehat apabila menerima kekecewaan dapat
menjadikannya pelajaran. Al-Qur'an mendorong agar manusia selalu
mengevaluasi apa yang telah dikerjakan dan untuk dijadikan di masa
mendatang. Surat al-Hasyr ayat 18:
ana Ian UE AL ٍولتنظرنسرماقدمترلغدANA Ig YAN يها
Artinya: “Hai orang-orangyang beriman, bertagwalah kepada Allah dan
hendaklah mempersiapkan diri dan memperhatikan apayang telah diperbuat dan apa
Jang akan dilakukan untuk hari esok (akhirat).
(7) Jiwa yang sehat adalah jiwa yang dapat meluruskan rasa
persaingan yang sehat, positif dan konstruktif.
Surat al-Maidah ayat 48:
,
7
2374 5 WK وس rw eA 2 72m 2
.الس
7
١0
0
|
|
2
(9
SI
SI
PANSolel
سكبقوا
AIF LIS oo,
محتلنون
ad
Artinya: “Maka berlombalah dalam kebajikan. Hanya Allahlah semuanya
kamu kembali diberitahukan kepadamu apayang kamiperselisihkan.
(8) Jiwa yang sehat adalah jiwa yang penuh kasih sayang. Sabda Nabi
saw mengingatkan pada kita bahwa kita bukan ummat Muhammad saw
yang baik jika tidak mempunyai kasih sayang pada anak kecil dan orang tua.

  1. Bagaimana Memelihara Jasmaniah?
    Tanya: Bagaimana usaha memelihara kesehatan jasmaniah? (M/s.
    AKPER Yogyakarta).
    Jawab: Dalam rangka mendapatkan kesehatan jasmaniah secara
    global kita dianjurkan menjaga kebersihan baik dirt maupun lingkungan
    sesuai dengan sabda Nabi saw:
    7 | BPA soa 3
    أعروسسل
    والرّراى)
    a)
    NN
    ai
    7aSd “
    Artinya: “Kebersihan itu sebagian dari iman”. (HR. Imam Muslim,
    Ahmad dan at-Tirmidzi).
    Yang ke dua dengan jalan makan secukupnya dan tidak berlebihan,
    seperti firman Allah surat al- Ast ayat 31:
    وس aa Ot Dena4و 1 a
    Jr سرWA,ye
    Artinya: “Makan dan minumlah dan jangan berlebihan. Sesungguhnya
    Allah SWT tidak menyukai orang-orangyang berlebihan”.
    Yang ke tiga, makan makanan yang baik dan bergizi. Firman Allah
    SWT dalam Surat al-Maidah ayat 88:
    EL thaws
    TA AN
    5,٠ رم
    01 73
    يد
    موصنون
    .
    Artinya: “Makanlah kalian makanan yang halal lagi baik dari apa yang
    Allah rizkikan kepadamu, dan bertagwalah kepada Allah yang kamu beriman
    kepada-Nya”.
    Pengertian #hayyiban dapat berarti cara mendapatkan yang baik dan
    dapat juga berarti bergizi. Dalam rangka memelihara kesehatan ini perlu
    menjauhi makanan yang diharamkan, karena makanan yang haram dapat
    merusak tubuh. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam Surat al-Maidah
    dan sabda Nabi saw yang diriwayatkan oleh at-Tabrani yang menyatakan
    bahwa Ahammar (minuman keras) itu induk dari kerusakan dan keburukan
    yang mengakibatkan kerusakan jasmaniah dan menimbulkan perbuatan

yang merugikan diri dan oranglain.
4. Obat Putus Asa dan Stress
Tanya: Adakah obat dalam al-Qur'an dan Hadits untuk adik saya
yang stress dan putus asa tidak mau lagi belajar dan bekerja. Seakan-akan
yang diusahakan sia-sia saja. (Nama mohon dirahasiakan).
Jawab: Obat dalam al-Qur'an dan Hadits bukanlah obat untuk
sekadar dibacakan kemudian dibaca atau disuruh membaca ayat atau Hadits
itu saja, tetapi al-Qur'an dan Hadits mengandung obat bagi hati yang
gundah. Maksudnya kalau dibaca dengan dimasukkan maksudnya dalam
hati kemudian dilaksanakan petunjuk-petunjuk yang termaktub
didalamnya.
Seperti disebutkan dalam al-Qur'an dan Hadits agar seseorang
jangan berputus asa mengharapkan rahmat Allah, tentu saja bukan sekadar
mengharap-harap tetap juga harus dengan usaha.
Barangkali beberapa ayat dan Hadits di bawah kalau direnungkan
dan difahami akan menjadikan obat/motivasi berusaha dan memohon
rahmat Allah yang amat luas yang disediakan bagi orang-orang yang benar-
benar takwa.
Ayat 87 Surat Yusuf:
77 @
12
0
~
,
2?
|
par
066cists
Artinya: “.. dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat, melainkan kaumyang kafir”.
Ayat 156 Surat al-Akraaf:
“
PESHA RN
SI
<
75
Fr
ov
AA
Artinya: “..dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku
tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang takwa ...”.
Dalam Hadits Qudsi riwayat Muslim antara lain disebutkan:

LI
vat
77474
AL
2
bE NG Haa AE ec
its
y
Cf
KE
LA
as
Bgt
صحيد
َال
ف
0
aad c ak Lie
KN onSAC INE foalsANI Zool,
SUNMARIA
دحلw
a AS tt
In
من
1
AD
Coe
ares
4 4 aa 4 م
(pS
slat
(روام
Acs
x
VS
عبر
د
ذلك
Artinya: Wahai hamba-Ku. ز sejak 1 hingga
terakhir baik manusia ataupunjin, berdiri berbarispada satu tanah datar lalu mereka
meminta kepada-Ku kemudian Aku beri setiap permintaannya tiadalah akan
mengurangi kekayaan-Ku bagaikan terbenamnyajarumyang dimasukkan ke dalam
laut. Wahai hamba-Ku, semua amal kalian, Aku catat dan perbitungkan untuk
kalian, kemudian akan Kuberikan balasannya dengan sempurna, barangsiapayang
menghasilkan kebaikan, hendaklah memuji syukur kepada Tuhannya, dan
barangsiapayang menghasilkan selain dari itu, janganlah menyesali siapa pun kecuali
dirinya sendiri. (HR. Muslim, Ibnu Hibban dan Hakim).
Dengan memahami makna yang terkandung dalam ayat dan Hadits
di atas tentu saja diikuti dengan semangat untuk berusaha, insya Allah rasa
stres dan putus asa sedikit demi sedikit berkurang dengan izin dan petunjuk
Allah, sesuai dengan janji-Nya dalam ayat terakhir Surat al-Ankabut ayat 69
yang artinya:
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridiaan Kami
(termasuk rahmat-Nya), benar-benar akan Kami tunjukkan kepada merekajalan-
jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orangyang berbuat
baik”.

  1. Mata Bagi Donor di Akhirat
    Tanya: Apakah yang mendonorkan matanya itu mempunyai mata
    di akhirat nanti? (Suhadi Ahmad, Len. SM No. 8661).
    Jawab: Untuk menjawab pertanyaan ini cukup dengan memahami
    firman Allah SWT:
    31-J
    7?
    AAA
    ITA
    7
    و
    سا
    235hit
    jah
    BAN
    لعم
    Tag
    raja
    NI
    (wien)
    Artinya: “Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan,
    kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya dan menghidupkan kembali itu adalah
    lebih mudah bagi-Nya ...”.
    Dari ayat ini dipahamkan bahwa tiada ada sesuatu pun yang sukar
    bagi Allah baik menciptakan sesuatu sebagai ciptaan permulaan atau
    merupakan penciptaan pengulangan, bahkan jika Dia menghendaki adanya
    sesuatu makhluk hidup atau makhluk mati, cukup Dia memerintahkan
    “Adalah”, maka “ada” dia. Allah SWT berfirman:
    / عه LN 7
    (wr) SKBealARK 0 Ce an اذاoya Wash
    Artinya: “Sesungguhnya keadaannya apabila Dia menghendaki sesuatu,
    hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah”, makajadilah ia...”
    Bagi Allah SWT tidak ada yang sukar bagi-Nya, termasuk
    mengembalikan kornea mata yang pernah disumbangkan seseorang kepada
    orang lain semasa ia hidup di dunia, atau Dia dapat menciptakan kornea
    mata yang baru yang lebih baik dari kornea mata yang pernah
    disumbangkan. Bagi kita makhluk Allah, tidak akan mampu
    memperkirakan atau mengukur seberapa hebat kemampuan Allah,
    sedangkan kemampuan yang ada pada manusia merupakan anugerah
    kemampuan yang sangat sedikit dari Allah. Karena tidaklah mungkin kita
    membandingkan kemampuan manusia dengan kemampuan Allah SWT.

Sumber

Kembali ke TJA 3