Putusan

Keputusan Tarjih Ke 26 Bab I Etika Politik dan Etika Bisnis

Folder: HPT 3#auto-import

BAB I
ETIKA POLITIK DAN ETIKA BISNIS
A. Etika Politik

  1. Nilai-nilai Dasar Kehidupan Politik
    Nilai-nilai dasar dalam kehidupan politik menurut ajaran Islam meliputi:
    a. Keadilan (al-‘adālah)
  1. QS al-A‘rāf (7): 29,
    . ِ قُل ْ أَمَر َ رَب ِّ بِالْقِسْط
    Artinya: Katakanlah: Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan [QS al-A‘rāf (7):
    29].
  2. QS an-Nisā’ (4): 58, 135, ْ
    إِن َّ الل ََّ يَأْمُرُكُم ْ أَن ْ تُؤَدُّوا اْألَمَانَات ِ إِل َ أَهْلِه َا ِإَوذَا حَكَمْتُم ْ بَي َْ انلَّاس ِ أَن
    .ِتَْكُمُوا بِالْعَدْل
    Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak
    menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia
    supaya kamu menetapkan dengan adil [QS an-Nisā’ (4): 58, 135].
    . َِِّ لل َ يَاأَيُّهَا الَِّيْن َ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّامِي َْ بِالْقِسْط ِ شُهَدَاء
    Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak
    keadilan, menjadi saksi karena Allah … [QS an-Nisā’ (4): 58, 135].
  3. QS al-Mā’idah (5): 8; ُ
    َِِّ شُهَدَاء َ بِالْقِسْط ِ وَال َ يَْرِمَنَّكُم ْ شَنَآن لل َ ييَاأَيُّهَا الَِّيْن َ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِ
    . قَوْم ٍ ع ََ أَال َّ تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُو َ أَقْرَب ُ لِلتَّقْوَى
    Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu
    menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
    sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku
    tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa [QS al-Mā’idah
    (5): 8]..

b. Persaudaraan (al-ukhuwwah)
Dalil: QS al-Ḥujurāt (49): 10, 11, 12, َ
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْن َ إِخْوَة ٌ فَأَصْلِحُوا بَي َْ أَخَوَيْكُم ْ وَاتَّقُوا الل ََّ لَعَلَّكُم ْ تُرْحَُوْن ْ
10 يَأَيُّهَا الَِّيْن َ آمَنُوا ال َ يَسْخَر ْ قَوم ٌ مِن ْ قَوْم ٍ عَس َ أَن ْ يَكُونُوا خَيًْا مِنْهُم َ
وَال َ نِسَاء ٌ مِن ْ نِسَاء ٍ عَس َ أَن ْ يَكُن َّ خَيًْا مِنْهُن َّ وَال َ تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُم ْ وَال ُ
تَنَابَزُوا بِاْألَلْقَاب ِ بِئْس َ اإلِسْم ُ الْفُسُوق ُ بَعْد َ اْإلِيمَان ِ وَمَن ْ لَم ْ يَتُب ْ فَأُولَئِك َ هُم ٌ
ًا مِن َ الظَّن ِّ إِن َّ بَعْض َ الظَّن ِّ إِثْميِ الظَّالِمُون َ 11 يَاأَيُّهَا الَِّيْن َ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَث ِ
وَال َ تََسَّسُوا وَال َ يَغْتَب ْ بَعْضُكُم ْ بَعْضًا أَيُِب ُّ أَحَدُكُم ْ أَن ْ يَأْكُل َ لَْم َ أَخِيْه
. مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوه ُ وَاتَّقُوا الل ََّ إِن َّ الل ََّ أَوَّاب ٌ رَحِيْم ٌ 13
Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah
antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat
rahmat. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum
yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang
mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain
(karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita
(yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah
kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan
ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat,
maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan
janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu
menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan
daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi
Maha Penyayang [QS al-Ḥujurāt (49): 10-12].
c. Persamaan (al-musāwāh)

  1. QS an-Nisā’ (4): 7, ِ
    لِلرِّجَال ِ نَصِيْب ٌ مِمَّا تَرَك َ الْوَالَِان ِ و َ اْألَقْرَبُوْن َ وَلِلنِّسَاء ِ نَصِيْب ٌ مِمَّا تَرَك َ الْوَالَِان
    . و َ اْألَقْرَبُون َ مِمَّا قَل َّ مِنْه ُ أَو ْ كَث َُ نَصِيْبًا مَفْرُوضًا
    Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan
    bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya,
    baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan [QS an-Nisā’ (4): 7].

  2. QS an-Naḥl (16): 97, ْ
    ََجْزِيَنَّهُمنلَمَن ْ عَمِل َ صَالًِا مِن ْ ذَكَر ٍ أَو ْ أُنْث َ وَهُو َ مُؤْمِن ٌ فَلَنُحْيِيَنَّه ُ حَيَاة ً طَيِّبَة ً و
    . َ أَجْرَهُم ْ بِأَحْسَن ِ مَا كَنُوا يَعْمَلُوْن
    Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam
    keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan
    yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala
    yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan [QS an-Naḥl (16): 97].

  3. HR al-Quḍā‘ī dan ad-Dailamī dari Anas Ibn Mālik,ِ
    عَن ْ أَنَس ِ بْن ِ ماَلِك ٍ قاَل َ قاَل َ رَسُوْل ُ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َاَنلَّاس ُ كَأَسْنَان ِ
    َّيْلَم ِِّ ف ِْ اْلفِرْدَوْس ِ بِمَأْثُوْرلوَعِنْد َ ا ]مسند الشهاب ف رواه القضايع[ ِ اْلمُشْط َّ
    اْخلِطاَب ِ اَنلَّاس ُ مُسْتَوُوْن َ كَأَسْنَان ِ اْلمُشْط ِ لَيْس َ ألَحَد ٍ ع ََ أَحَد ٍ فَضْل ٌ إِال
    .]ميللرواه القضايع وا[ َّ بِتَقْوَى الل َِّ عَز َّ وَجَل
    Dari Anas Ibn Mālik (diriwayatkan bahwa ia) berkata: Rasulullah saw telah bersabda:
    ‘Manusia itu seperti gigi sisir.’[Diriwayatkan oleh al-Quḍā‘ī dalam Musnad asy-Syihāb, I:
    145]. Dalam riwayat ad-Dailamī dalam al-Firdaus bi Ma’tsūr al-Khithāb lafalnya adalah:
    Manusia itu sama, seperti gigi sisir, tidak ada kelebihan seseorang atas orang lain kecuali
    karena ketakwaannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla [HR al-Quḍā‘ī dan ad-Dailamī].
    d. Musyawarah (asy-syūrā)

  4. QS asy-Syūrā (42): 38,
    .… ْ وَأَمْرُهُم ْ شُوْرَى بَيْنَهُم …
    … sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, … [QS
    asy-Syūrā (42): 38].

  5. QS al-Baqarah (2): 233,
    .فَإِن ْ أَرَادَا فِصَاال ً عَن ْ تَرَاض ٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُر ٍ فَال َ جُنَاح َ عَلَيْهِمَا
    Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya
    dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya [QS al-Baqarah (2): 233].

  6. QS Āli ‘Imrān (3): 159, َ
    ِْت َ لَهُم ْ وَلَو ْ كُنْت َ فَظًّا غَلِيْظ َ الْقَلْب ِ الَنْفَضُّوا مِن ْ حَوْلِكنل َِّ فَبِمَا رَحَْة ٍ مِن َ الل َِّ
    فَاعْف ُ عَنْهُم ْ وَاسْتَغْفِر ْ لَهُم ْ وَشَاوِرْهُم ْ ف ِ اْألَمْر ِ فَإِذَا عَزَمْت َ فَتَوَك َّْ ع ََ الل
    . َْ إِن َّ الل ََّ يُِب ُّ الْمُتَوَكِِّي

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri
dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka,
dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu
telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya [QS Āli ‘Imrān (3): 159].
e. Pluralitas (at-ta ‘addudiyyah)
Dalil: QS al-Ḥujurāt (49): 13, َ
يَاأَيُّهَا انلَّاس ُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم ْ مِن ْ ذَكَر ٍ وَأُنْث َ وَجَعَلْنَاكُم ْ شُعُوبًا وَقَبَائِل
. ٌْ لَِعَارَفُوا إِن َّ أَكْرَمَكُم ْ عِنْد َ الل َِّ أَتْقَاكُم ْ إِن َّ الل ََّ عَلِيْم ٌ خَبِي
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara
kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal [QS al-Ḥujurāt (49): 13].
f. Perdamaian (as-silm)
a. QS al-Anfāl (8): 61,
.ُ ِإَون ْ جَنَحُوا لِلسَّلْم ِ فَاجْنَح ْ لَهَا وَتَوَك َّْ ع ََ الل َِّ إِنَّه ُ هُو َ السَّمِيْع ُ الْعَلِيْم
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui [QS al-Anfāl (8): 61].
b. QS al-Ḥujurāt (49): 9, 10, ََ
ِإَون ْ طَائِفَتَان ِ مِن َ الْمُؤْمِنِي َْ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِن ْ بَغَت ْ إِحْدَاهُمَا ع
اْألُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّت ِ تَبْغ ِ حَت َّ تَفِء َ إِل َ أَمْر ِ الل َِّ فَإِن ْ فَاءَت ْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا
بِالْعَدْل ِ وَأَقْسِطُوا إِن َّ الل ََّ يُِب ُّ الْمُقْسِطِي9َْ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُون َ إِخْوَة ٌ فَأَصْلِحُوا
.بَي َْ أَخَوَيْكُم ْ وَاتَّقُوا الل ََّ لَعَلَّكُم ْ تُرْحَُون َ 10
Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah
antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap
golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga
golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali
(kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan
berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah
antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat
rahmat [QS al-Ḥujurāt (49): 9-10].

g. Pertanggungjawaban (al-mas’ūliyyah)
a. QS al-Mu’minūn (23): 115,
]115 : المؤمنون[ َ أَفَحَسِبْتُم ْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُم ْ عَبَثًا وَأَنَّكُم ْ إِلَْنَا ال َ تُرْجَعُون
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara
main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? [QS
al-Mu’minūn (23): 115].
b. HR al-Bukhārī dan Muslim, ِ
عَن ْ عَبْد ِ الل َِّ بْن ِ عُمَر َ رَض َِ الل َُّ عَنْهُمَا أَنَّه ُ سَمِع َ رَسُول َ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ْ
وَسَلَّم َ يَقُوْل ُ كُُّكُم ْ رَاع ٍ وَمَسْئُول ٌ عَن ْ رَعِيَّتِه ِ فَاْإلِمَام ُ رَاع ٍ وَهُو َ مَسْئُول ٌ عَن
رَعِيَّتِه ِ وَالرَّجُل ُ ف ِ أَهْلِه ِ رَاع ٍ وَهُو َ مَسْئُول ٌ عَن ْ رَعِيَّتِه ِ وَالْمَرْأَة ُ ف ِ بَيْت ِ زَوْجِهَا ٌ
َْادِم ُ ف ِ مَال ِ سَيِّدِه ِ رَاع ٍ وَهُو َ مَسْئُولخلرَاعِيَة ٌ وَه َِ مَسْئُولَة ٌ عَن ْ رَعِيَّتِهَا وَا
.]رواه ابلخاري و مسلم[ ... ِ عَن ْ رَعِيَّتِه
Dari ‘Abdullāh Ibn Amr r.a. [diriwayatkan bahwa] sesungguhnya ia telah mendengar
Rasulullah saw bersabda: Setiap kamu adalah pemimpin dan bertanggungjawab
atas kepemimpinannya, setiap imam adalah pemimpin dan bertanggungjawab
atas kepemimpinannya, setiap lelaki dalam keluarga adalah pemimpin dan
bertanggungjawab atas kepemimpinannya, setiap perempuan di rumah suaminya
adalah pemimpin dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya, setiap pembantu
rumah tangga adalah pemimpin atas harta tuannya dan bertanggungjawab atas
kepemimpinannya… [HR al-ukhārī dan Muslim].
h. Otokritik (an-naqd aż-żātiy)
Dalil: QS al-Isrā’ (17): 14,
. اقْرَأ ْ كِتَابَك َ كَف َ بِنَفْسِك َ الَْوْم َ عَلَيْك َ حَسِيْبًا
Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab
terhadapmu [QS al-Isrā’ (17): 14].
2. Kekuasaan
Kekuasaan menurut ajaran Islam adalah amanah Allah swt, sebagai penjelmaan dari
misi kekhalifahan manusia di muka bumi, dalam rangka mewujudkan kemaslahatan.
Kekuasaan tersebut bersifat mas’ūliyyah atau responsibility (QS al-Mu’minūn (23):
115), amānah atau credibility (QS al-Mu’minūn (23): 8), serta berfungsi untuk melayani
kepentingan rakyat (QS al-Ḥajj (22): 41).

  1. QS al-Mu’minūn (23): 115,
    .َ أَفَحَسِبْتُم ْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُم ْ عَبَثًا وَأَنَّكُم ْ إِلَْنَا ال َ تُرْجَعُوْن
    Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara
    main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? [QS
    al-Mu’minūn (23): 115].

  2. QS al-Mu’minūn (23): 8,
    .َ َِمَانَاتِهِم ْ وَعَهْدِهِم ْ رَاعُوْنأل ْ وَالَِّيْن َ هُم
    Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya
    [QS al-Mu’minūn (23): 8].

  3. QS al-Ḥajj (22): 41, ِ
    الَِّيْن َ إِن ْ مَكَّنَّاهُم ْ ف ِ اْألَرْض ِ أَقَامُوا الصَّالَة َ وَءَاتَوُا الزَّكَة َ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوْف
    . ِ َِِّ عَقِبَة ُ اْألُمُوْر للَوَنَهَوْا عَن ِ الْمُنْكَر ِ و
    (Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi,
    niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat
    yang ma`ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah
    kembali segala urusan [QS al-Ḥajj (22): 41].

  4. Good Governance
    Good Governance (tata pemerintahan yang baik) merupakan seperangkat
    tindakan dalam bidang politik, ekonomi dan administrasi untuk mengelola negara
    pada semua level. Dengan kata lain Good Governance berarti kepemerintahan yang
    baik atau hal menjalankan kekuasaan negara secara baik. Inti pokok pengertian
    yang terkandung di dalam istilah tersebut menunjuk kepada praktik yang bersih
    dalam penggunaan kewenangan di bidang politik, ekonomi dan administrasi untuk
    mengelola urusan negara dan masyarakat pada setiap peringkat.
    Good Governance merupakan panggilan atau tugas keagamaan yang dituntut
    oleh ajaran Islam untuk menegakkan prinsip-prinsip Tauhid (harāsat ad-dîn) sebagai
    landasan bangunan kehidupan politik dan penyelenggaraan negara. Selain itu, Good
    Governance juga menjadi tugas kemanusiaan, dalam rangka mewujudkan keadilan,
    kemakmuran dan kemaslahatan (siyāsat ad-dunyā).
    Untuk mewujudkan Good Governance, diperlukan syarat-syarat sebagai berikut:

  5. Adanya partisipasi publik dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan.

  6. Semua unsur masyarakat memiliki komitmen untuk menegakkan hukum.

  7. Adanya transparansi (keterbukaan) dan akuntabilitas (pertanggungjawaban)
    dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.

  8. Adanya kepekaan dan kepedulian dalam merespon tantangan dan problem
    masyarakat.

  9. Mengutamakan kepentingan umum, yaitu adanya orientasi kepada konsensus
    untuk menciptakan kemaslahatan mayarakat.

  10. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama/sederajat di depan hukum.

  11. Adanya efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan SDA dan SDM.

  12. Adanya visi strategis tentang negara yang maju dan berdaulat.

  13. Adanya kekuasaan yang kuat (powerfull) untuk menentukan nasib sendiri, dan
    tidak didikte oleh kekuatan asing.
    Untuk mewujudkan Good Governance di Indonesia dibutuhkan kepemimpinan
    nasional yang adil yang memiliki kualifikasi dan kriteria sebagai berikut:

  14. Integritas: beriman dan bertaqwa, serta memiliki kekuatan moral dan intelektual.

  15. Kapabilitas: kemampuan memimpin bangsa dan mampu menggalang dan
    mengelola keberagaman /kemajemukan menjadi kekuatan yang sinergis.

  16. Populis: berjiwa kerakyatan dan mengutamakan kepentingan rakyat.

  17. Visioner: memiliki visi strategis untuk membawa bangsa keluar dari krisis dan
    menuju kemajuan dengan bertumpu pada kemampuan sendiri (mandiri)

  18. Berjiwa Negarawan dan memiliki kemampuan untuk menyiapkan proses
    regenerasi kepemimpinan bangsa.

  19. Memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan dunia internasional.

  20. Berjiwa reformis: memiliki komitmen untuk melanjutkan perjuangan reformasi.
    B. Etika Bisnis

  21. Dasar Pemikiran
    a. Allah adalah pemilik mutlak harta kekayaan, sedang manusia adalah sebagai
    pemilik tidak mutlak (nisbi).
    b. Sebagai konsekuensi logis paradigma (pandangan dasar) tauhid, manusia dituntut
    berlaku adil, dan menjadikan yang lain sebagai sesama saudara, termasuk dalam
    kegiatan berbisnis.
    c. Tujuan aktivitas bisnis bukan semata-mata untuk kepentingan kesejahteraan
    duniawi, tetapi lebih penting lagi untuk kesejeahteraan hidup ukhrawi dalam
    keridaan Allah swt.
    d. Islam adalah raḥmatan lil-‘ālamīn.
    e. Nilai manusia tidak semata-mata terletak pada ukuran banyaknya harta kekayaan,
    tetapi diletakkan pada pandangannya terhadap kekayaan, etos kerja, dan cara
    memperoleh harta kekayaan serta pentasarufannya.
    f. Ajaran Islam bersifat menyeluruh, meliputi berbagai aspek, baik menyangkut
    hubungan manusia dengan Allah maupun hubungan manusia dengan sesamanya
    dan hubungannya dengan alam sekitar.
    g. Perilaku umat Islam dalam berbisnis harus merujuk kepada nilai-nilai Islam
    yang bersumber pada al-Quran dan as-Sunnah.

h. Pengabaian nilai-nilai Islam tersebut, mengakibatkan lemahnya penegakan
hukum dan semakin suburnya budaya korupsi, kolusi dan nepotisme.
i. Agar tercipta kesejahteraan yang meluas dan merata bagi seluruh warga negara,
diperlukan upaya penegakan hukum dan etika bisnis.
2. Pengertian
Etika Bisnis adalah seperangkat norma yang bertumpu pada aqidah, syariah,
dan akhlaq yang diambil dari al-Quran dan as-Sunnah yang digunakan sebagai tolok
ukur dalam kegiatan bisnis dan hal-hal yang berhubungan dengannya.
3. Ruang Lingkup Bisnis
Seluruh kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi serta perdagangan barang
dan jasa; dan dampaknya dalam jangka pendek dan panjang.
4. Asas
Kegiatan berbisnis didasarkan kepada asas-asas:
a. At-Tauhīd.

  1. Firman Allah,
    قُل ْ هُو َ الل َُّ أَحَد ٌ 1 الل َُّ الصَّمَد ُ 2 لَم ْ يَل ِْ وَلَم ْ يُول َْ 3 وَلَم ْ يَكُن ْ ل َُ كُفُوًا
    . أَحَد ٌ 4
    Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung
    kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak
    ada seorangpun yang setara dengan Dia [QS al-Ikhlāsh (112): 1-4].
  2. Firman Allah,
    َِنِيه ِ مَا تَعْبُدُون َ مِن ْ بَعْدِيبل َ أَم ْ كُنْتُم ْ شُهَدَاء َ إِذ ْ حَض ََ يَعْقُوْب َ الْمَوْت ُ إِذ ْ قَال ُ
    َ ِإَوسْحَاق َ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَْن َ ِإَوسْمَاعِيْل َ ِإَول ََ آبَائِك َ إِبْرَاهِيْم قَالُوا نَعْبُد ُ إِلَهَك
    .َ ل َُ مُسْلِمُوْن
    Adakah kamu hadir ketika Ya`qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata
    kepada anak-anaknya: Apa yang kamu sembah sepeninggalku? Mereka menjawab:
    Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan
    Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya. [QS
    al-Baqarah (2): 133].
  3. Firman Allah,
    هَذَا بَالَغ ٌ لِلنَّاس ِ وَلُِنْذَرُوْا بِه ِ وَلَِعْلَمُوْا أَنَّمَا هُو َ إِل ٌَ وَاحِد ٌ وَلَِذَّكَّر َ أُوْلُو
    .َِْاببلاْألَ

(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka
diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia
adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil
pelajaran [QS Ibrahim (15): 52].
b. Al-Amānah

  1. Firman Allah, ْ
    ِإَون ْ كُنْتُم ْ ع ََ سَفَر ٍ وَلَم ْ تَِدُوْا كَتِبًا فَرِهَان ٌ مَقْبُوضَة ٌ فَإِن ْ أَمِن َ بَعْضُكُم ْ
    بَعْضًا فَلْيُؤَد ِّ الَِّي ؤْتُمِن َ أَمَانَتَه ُ وَلَْتَّق ِ الل ََّ رَبَّه ُ وَال َ تَكْتُمُوا الشَّهَادَة َ وَمَن
    .ٌ يَكْتُمْهَا فَإِنَّه ُ آثِم ٌ قَلْبُه ُ وَالل َُّ بِمَا تَعْمَلُوْن َ عَلِيْم
    Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu`amalah tidak secara tunai) sedang kamu
    tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang
    dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai
    sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya
    (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah
    kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang
    menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya;
    dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan [QS al-Baqarah (2): 283].
  2. Firman Allah, ْ
    إِن َّ الل ََّ يَأْمُرُكُم ْ أَن ْ تُؤَدُّوا اْألَمَانَات ِ إِل َ أَهْلِه َا ِإَوذَا حَكَمْتُم ْ بَي َْ انلَّاس ِ أَن
    .تَْكُمُوْا بِالْعَدْل ِ إِن َّ الل ََّ نِعِمَّا يَعِظُكُم ْ بِه ِ إِن َّ الل ََّ كَن َ سَمِيْعًا بَصِيًْا
    Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak
    menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia
    supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran
    yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi
    Maha Melihat [QS an-Nisā’ (4): 58].
  3. Firman Allah,
    .َ يَا أَيُّهَا الَِّيْن َ آمَنُوا ال َ تَُونُوا الل ََّ وَالرَّسُول َ وَتَُونُوا أَمَانَاتِكُم ْ وَأَنْتُم ْ تَعْلَمُوْن
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul
    (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang
    dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui [QS al-Anfāl (8): 27].
  4. Firman Allah,
    .َ َِمَانَاتِهِم ْ وَعَهْدِهِم ْ رَاعُوْنأل ْ وَالَِّيْن َ هُم

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan
janjinya.” [QS al-Mu’minūn (23):8].
c. Aṣ-Ṣidq (kejujuran)

  1. Firman Allah,
    .َْيَا أَيُّهَا الَِّيْن َ آمَنُوا اتَّقُوا الل ََّ وَكُونُوا مَع َ الصَّادِقِي
    Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu
    bersama orang-orang yang benar [QS At-Taubah (9): 119].

  2. Hadis Nabi saw, َ
    عَن ْ عَبْد ِ الل َِّ بْن ِ الَْارِث ِ رَفَعَه ُ إِل َ حَكِيم ِ بْن ِ حِزَام ٍ رَض َِ الل َُّ عَنْه ُ قَال َ قَال َّ
    ِْيَار ِ مَا لَم ْ يَتَفَرَّقَا أَو ْ قَال َ حَتخلَْيِّعَان ِ بِابلرَسُول ُ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ ا ُ
    يَتَفَرَّقَا فَإِن ْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِك َ لَهُمَا ف ِ بَيْعِهِم َا ِإَون ْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُِقَت ْ بَرَكَة
    .]رواه ابلخاري[ بَيْعِهِمَا
    Dari ‘Abdullāh Ibn al-Ḥāriṡ yang memarfukkannya kepada Ḥakīm Ibn Ḥizām r.a.
    [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Dua orang yang
    melakukan akad jual beli berhak memperoleh khiyar (memilih untuk melangsungkan
    jual beli atau membatalkannya) sebelum atau sampai mereka berpisah. Jika mereka
    berdua jujur dan transparan, kepada keduanya diberikan barakah dalam akad jual
    belinya; dan apabila mereka berdua tidak transparan dan berbohong, maka dihapus
    barakah akad jual belinya [HR al-Bukhārī].

  3. Hadis Nabi saw, َ
    عَن ْ عَبْد ِ الل َِّ رَض َِ الل َُّ عَنْه ُ عَن ِ انلَّب ِِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَال َ إِن َّ الصِّدْق َ
    ِ ِإَون َّ الرَّجُل َ لََصْدُق ُ حَت َّ يَكُون ِِّ ِإَون َّ الْب َِّ يَهْدِي ْ إِل َ الَْنَّة يَهْدِي إِل َ الْب َّ
    ِ ِإَون ِ ِإَون َّ الْفُجُور َ يَهْدِي ْ إِل َ انلَّار صِدِّيق ًا ِإَون َّ الْكَذِب َ يَهْدِي إِل َ الْفُجُور
    .]رواه ابلخاري[ الرَّجُل َ لََكْذِب ُ حَت َّ يُكْتَب َ عِنْد َ الل َِّ كَذَّابًا
    Dari ‘Abdullāh r.a., dari Nabi saw [diriwayatkan bahwa] beliau bersabda:
    Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan kepada kebaikan; dan kebaikan itu
    mengantarkan ke surga. Seseorang yang selalu berbuat jujur, niscaya menjadi
    orang jujur. Sedangkan kedustaan mengantarkan kepada kejahatan; dan kejahatan
    mengantarkan ke neraka. Seseorang yang selalu berdusta, kelak di sisi Allah dicatat
    sebagai pendusta [HR al-Bukhārī].

  4. Hadis Nabi saw, ُْ
    َّاجِر ُ الصَّدُوْق ُ اْألَمِيلعَن ْ أَب ِْ رسَعِيْد ٍ عَن ِ انلَّب ِِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَال َ ا
    .]رواه الرتمذي[ ِ مَع َ انلَّبِيِّي َْ وَالصِّدِّيقِي َْ وَالشُّهَدَاء
    Dari Abū Sa‘īd dari Nabi saw [diriwayatkan bahwa] beliau bersabda: Pedagang
    yang jujur dan terpercaya bersama para Nabi, orang-orang yang jujur, dan syuhada
    [HR at-Tirmiżī].
    d. Al-‘Adalah (keadilan)

  5. Firman Allah, ُ
    َِِّ شُهَدَاء َ بِالْقِسْط ِ وَال َ يَْرِمَنَّكُم ْ شَنَآن لل َ ييَا أَيُّهَا الَِّيْن َ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِ
    قَوْم ٍ ع ََ أَال َّ تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُو َ أَقْرَب ُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا الل ََّ إِن َّ الل ََّ خَبِي ٌْ بِمَا
    .َ تَعْمَلُوْن
    Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu
    menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
    sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku
    tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan
    bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
    kerjakan [QS al-Mā’idah (5): 8].

  6. Firman Allah, ِ
    ِ ِإَويتَاء ِ ذِي الْقُرْب َ وَيَنْه َ عَن ِ الْفَحْشَاء إِن َّ الل ََّ يَأْمُر ُ بِالْعَدْل ِ وَاْإلِحْسَان
    .َ َْغ ِْ يَعِظُكُم ْ لَعَلَّكُم ْ تَذَكَّرُونبلوَالْمُنْكَر ِ وَا
    Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi
    kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan
    permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil
    pelajaran [QS an-Nahl (16): 90].
    e. Al-Ibāḥah (kebolehan).

  7. Firman Allah, َ
    الَِّي جَعَل َ لَكُم ُ اْألَرْض َ فِرَاشًا وَالسَّمَاء َ بِنَاء ً وَأَنْزَل َ مِن َ السَّمَاء ِ مَاء ً فَأَخْرَج
    .ْبِه ِ مِن َ اثلَّمَرَات ِ رِزْقًا لَكُم
    Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap,
    dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan
    itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu. [QS al-Baqarah (2): 22].

  8. Firman Allah, َّ
    هُو َ الَِّي خَلَق َ لَكُم ْ مَا ف ِ اْألَرْض ِ جَِيعًا ثُم َّ اسْتَوَى إِل َ السَّمَاء ِ فَسَوَّاهُن
    .ٌ سَبْع َ سَمَوَات ٍ وَهُو َ بِكُل ِّ شَْء ٍ عَلِيْم
    Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia
    berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha
    Mengetahui segala sesuatu [QS al-Baqarah (2): 29].
    f. At-Ta‘āwun

  9. Firman Allah, َّ
    َّقْوَى وَال َ تَعَاوَنُوا ع ََ اْإلِثْم ِ وَالْعُدْوَان ِ وَاتَّقُوا الل ََّ إِنلوَتَعَاوَنُوا ع ََ الْب ِِّ وَا
    .ِالل ََّ شَدِيْد ُ الْعِقَاب
    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
    jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah
    kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [QS al-Mā’idah (5)
    :2].

  10. Hadis Nabi saw, ِ
    وَالل َُّ ف ِ عَوْن ... َ عَن ْ أَب ِْ هُرَيْرَة َ قَال َ قَال َ رَسُول ُ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم
    .]رواه مسلم[ ... ِ الْعَبْد ِ مَا كَن َ الْعَبْد ُ ف ِ عَوْن ِ أَخِيْه
    Dari Abū Hurairah [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Rasulullah saw bersabda: …
    dan Allah selalu menolong hamba-hamba-Nya selama hamba-Nya suka menolong
    saudaranya [HR Muslim].
    g. Al-Maslaḥah (Jalbul Maṣāliḥ wa Dar’ul Mafāsid: menarik kemaslahatan dan
    menolak kemafsadatan).

  11. Firman Allah,
    . َْ وَمَا أَرْسَلْنَاك َ إِال َّ رَحَْة ً لِلْعَالَمِي
    Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
    alam [Q al-Anbiyā’ (21): 107].

  12. Firman Allah, ُّ
    ِإَوذَا تَوَل َّ سَع َ ف ِ اْألَرْض ِ لُِفْسِد َ فِيهَا وَيُهْلِك َ الَْرْث َ وَالنَّسْل َ وَالل َُّ ال َ يُِب
    .َالْفَسَاد

Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan
kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah
tidak menyukai kebinasaan [QS al-Baqarah (2): 205].
3) Firman Allah,
.َوَالل َُّ ال َ يُِب ُّ الْمُفْسِدِيْن ...
“… dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” [QS al-
Mā’idah (5):64).
4) Hadis Nabi saw, َ
عَن ْ عُبَادَة َ بْن ِ الصَّامِت ِ أَن َّ رَسُول َ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَض َ أَن ْ ال َ ضََر
.]د وابن ماجهحرواه أ[ َ وَال َ ضَِار
Dari ‘Ubādah Ibn aṣ-Ṣāmit [diriwayatkan bahwa] Rasulullah saw menetapkan
tidak boleh membuat kemudararatan dan tidak boleh pula membalas kemudaratan
[HR Ibn Mājah dan Aḥmad].
h. At-Tarāḍī (saling kerelaan /kata sepakat).
Firman Allah, َ
َْاطِل ِ إِال َّ أَن ْ تَكُوْنبليَا أَيُّهَا الَِّيْن َ آمَنُوا ال َ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم ْ بَيْنَكُم ْ بِا
.تَِارَة ً عَن ْ تَرَاض ٍ مِنْكُم ْ وَال َ تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُم ْ إِن َّ الل ََّ كَن َ بِكُم ْ رَحِيْمًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka
sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya
Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. [QS an-Nisā’ (4): 29].
i. Al-Akhlāq al-Karīmah (kesopanan).

  1. Firman Allah,
    .ٌ قَوْل ٌ مَعْرُوف ٌ وَمَغْفِرَة ٌ خَي ٌْ مِن ْ صَدَقَة ٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَالل َُّ غَن ٌِّ حَلِيْم
    Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi
    dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi
    Maha Penyantun [QS al-Baqarah (2): 263].
  2. Hadis Nabi saw, َ
    عَن ْ جَابِر ِ بْن ِ عَبْد ِ الل َِّرَض َِ الل َُّ عَنْهُمَا أَن َّ رَسُول َ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم
    .]رواه ابلخاري[ َ ََى ِإَوذَا اقْتَض رتَ ِإَوذَا اشْ قَال َ رَحِم َ الل َُّ رَجُال ً سَمْحًا إِذَا بَاع

Dari Jābir Ibn ‘Abdullāh r.a. [diriwayatkan] bahwa Rasulullah saw bersabda: Allah
mengasihi seseorang yang berbuat baik dalam menjual dan membeli serta dalam
memberikan keputusan [HR al-Bukhārī].
5. Nilai dan Tolok Ukur
a. Tidak boleh ada gharar (spekulasi).
Hadis Nabi saw, ِ
عَن ْ أَب ِْ هُرَيْرَة َ قَال َ نَه َ رَسُول ُ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ عَن ْ بَيْع ِ الَْصَاة
.]رواه مسلم[ ِ وَعَن ْ بَيْع ِ الْغَرَر
Dari Abū Hurairah [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Rasulullah saw melarang
jual beli lempar krikil dan jual beli gharar (spekulasi) [HR Muslim].
b. Tidak boleh ada jahālah (kesamaran) dan harus dilakukan secara transparan.

  1. Hadis Nabi saw, ِ
    عَن ْ أَنَس ِ بْن ِ مَالِك ٍ رَض َِ الل َُّ عَنْه ُ أَنَّه ُ قَال َ نَه َ رَسُول ُ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه
    رواه[ ِ وَسَلَّم َ عَن ِ الْمُحَاقَلَة ِ وَالْمُخَاضََة ِ وَالْمُالَمَسَة ِ وَالْمُنَابَذَة ِ وَالْمُزَابَنَة
    .]ابلخاري
    Dari Anas Ibn Mālik r.a. [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Rasulullah saw melarang
    jual beli muḥāqalah, jual beli buah yang masih hijau (belum matang), jual beli
    raba, jual beli lempar, dan jual beli muzabanah [HR al-Bukhārī].
  2. Hadis Nabi saw, َ
    عَن ِ ابْن ِ عَبَّاس ٍ قَال َ قَدِم َ انلَّب ُِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ الْمَدِيْنَة َ وَهُم ْ يُسْلِفُون ٍ
    ف ِ اثلِّمَار ِ السَّنَة َ وَالسَّنَتَي ِْ فَقَال َ مَن ْ أَسْلَف َ ف ِ تَمْر ٍ فَلْيُسْلِف ْ ف ِ كَيْل ٍ مَعْلُوْم
    .]رواه مسلم[ ٍ وَوَزْن ٍ مَعْلُوْم ٍ إِل َ أَجَل ٍ مَعْلُوْم
    Dari Ibn ‘Abbās [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Nabi saw datang ke Madinah,
    sementara mereka sudah biasa melaksanakan akad salam terhadap buah-buahan
    untuk waktu satu tahun dan dua tahun. Beliau bersabda: Barangsiapa melakukan
    akad salam, hendaklah dilakukan dengan takaran tertentu, timbangan tertentu, dan
    dalam jangka waktu tertentu [HR Jama’ah Ahli Hadis].
    c. Tidak boleh ada maisir
    Firman Allah, ِ
    َْمْر ُ وَالْمَيْس ُِ وَاْألَنْصَاب ُ وَاْألَزْالَم ُ رِجْس ٌ مِن ْ عَمَلخليَاأَيُّهَا الَِّيْن َ آمَنُوا إِنَّمَا ا

.َ الشَّيْطَان ِ فَاجْتَنِبُوه ُ لَعَلَّكُم ْ تُفْلِحُوْن
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji
termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu
mendapat keberuntungan [QS al-Mā’idah (5): 90].
d. Tidak boleh ada kezaliman (penindasan)

  1. Firman Allah, ْ
    ِِ ِإَون ْ تُبْتُم ْ فَلَكُم ْ رُئُوس ُ أَمْوَالِكُم فَإِن ْ لَم ْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بَِرْب ٍ مِن َ الل َِّ وَرَسُول
    .َ ال َ تَظْلِمُون َ وَال َ تُظْلَمُوْن
    Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah,
    bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari
    pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan
    tidak (pula) dianiaya [QS al-Baqarah (2) : 279].

  2. Firman Allah,
    .َ إِنَّه ُ ال َ يُفْلِح ُ الظَّالِمُوْن
    Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zhalim. [QS
    al-Qaṣaṣ (28): 37].
    e. Tidak mengandung unsur riba.

  3. Firman Allah, َ
    الَِّيْن َ يَأْكُلُون َ الرِّبَا ال َ يَقُومُون َ إِال َّ كَمَا يَقُوم ُ الَِّي يَتَخَبَّطُه ُ الشَّيْطَان ُ مِن
    … َْيْع َ وَحَرَّم َ الرِّبَابلَْيْع ُ مِثْل ُ الرِّبَا وَأَحَل َّ الل َُّ ابلالْمَس ِّ ذَلِك َ بِأَنَّهُم ْ قَالُوا إِنَّمَا ا
    Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti
    berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan
    mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat),
    sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan
    jual beli dan mengharamkan riba .... [QS al-Baqarah (2): 275].

  4. Firman Allah,
    .َْيَاأَيُّهَا الَِّيْن َ آمَنُوا اتَّقُوا الل ََّ وَذَرُوا مَا بَق َِ مِن َ الرِّبَا إِن ْ كُنْتُم ْ مُؤْمِنِي
    Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba
    (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. [QS al-Baqarah (2):
    278].

  5. Hadis Nabi saw, ُ
    عَن ْ جَابِر ٍ قَال َ لَعَن َ رَسُول ُ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ آك َِ الرِّبَا وَمُؤْكَِه ُ وَكَتِبَه
    .]رواه مسلم[ ٌ وَشَاهِدَيْه ِ وَقَال َ هُم ْ سَوَاء
    Dari Jābir [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Rasulullah saw melaknat orang yang
    makan riba , yang memberi riba, yang menuliskannya, dan dua orang saksinya.
    Beliau bersabda: Mereka itu sama [HR Muslim].
    f. Tidak boleh ada aḍ-ḍarar (unsur yang membahayakan atau merugikan).
    Hadis Nabi saw, َ
    عَن ْ عُبَادَة َ بْن ِ الصَّامِت ِ أَن َّ رَسُول َ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَض َ أَن ْ ال َ ضََر
    .]د وابن ماجهحرواه أ[ َ وَال َ ضَِار
    Dari ‘Ubādah Ibn aṣ-Ṣāmit [diriwayatkan bahwa] Rasulullah saw menetapkan
    tidak boleh membuat kemadaratan dan tidak boleh pula membalas kemadaratan
    [HR Ibn Mājah dan Aḥmad].
    g. Tidak boleh ada kecurangan dan penipuan.

  6. Firman Allah, ْ
    ِإَوذَا كَلُوهُم ْ أَو ْ وَزَنُوهُم .َالَِّيْن َ إِذَا اكْتَالُوا ع ََ انلَّاس ِ يَسْتَوْفُوْن .َيوَيْل ٌ لِلْمُطَفِّفِ
    .َ يُْسُِوْن
    Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang
    apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila
    mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi [QS al-
    Muṭaffifīn (83): 1-3].

  7. Hadis Nabi saw, َ
    عَن ْ أَب ِْ هُرَيْرَة َ أَن َّ رَسُول َ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ مَر َّ ع ََ صُبَْة ِ طَعَام ٍ فَأَدْخَل ُ
    يَدَه ُ فِيهَا فَنَالَت ْ أَصَابِعُه ُ بَلَال ً فَقَال َ مَا هَذَا يَا صَاحِب َ الطَّعَام ِ قَال َ أَصَابَتْه َّ
    السَّمَاء ُ يَا رَسُول َ الل َِّ قَال َ أَفَال َ جَعَلْتَه ُ فَوْق َ الطَّعَام ِ ك َْ يَرَاه ُ انلَّاس ُ مَن ْ غَش
    .]رواه مسلم[ ِّ فَلَيْس َ مِن
    Dari Abū Hurairah [diriwayatkan bahwa] Rasulullah saw lewat pada setumpuk
    makanan, kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam tumpukan makanan
    tersebut, maka jari-jari beliau terkena makanan yang basah. Beliau bertanya:
    Apa ini wahai pemilik (penjual) makanan? Ia menjawab: Terkena hujan, wahai

Rasulullah. Belaiu bersabda: Mengapa kamu tidak menaruh yang basah ini di atas
agar dapat dilihat orang? Barangsiapa yang menipu, maka ia bukan golonganku
[HR Muslim].
3) Hadis Nabi saw, ٌ
عَن ْ عَبْد ِ الل َِّ بْن ِ دِينَار ٍ قَال َ سَمِعْت ُ ابْن َ عُمَر َ رَض َِ الل َُّ عَنْهُمَا قَال َ قَال َ رَجُل َ
ُْيُوع ِ فَقَال َ إِذَا بَايَعْت َ فَقُل ْ البللِلنَّب ِِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ إِن ِّ أُخْدَع ُ ف ِ ا
.]رواه ابلخاري ومسلم[ َ خِالَبَة
Dari Ibn ‘Umar r.a. [diriwayatkan] bahwa seorang lelaki melaporkan kepada Nabi
saw bahwa ia ditipu dalam jual beli. Maka Nabi bersabda: Apabila engkau berjual
beli, maka katakan: Tidak ada penipuan [HR al-Bukhārī].
h. Tidak boleh berakibat ta’assuf (penyalahgunaan hak) dalam jangka pendek
maupun jangka panjang.

  1. Firman Allah,
    َْحْر ِ بِمَا كَسَبَت ْ أَيْدِي انلَّاس ِ لُِذِيقَهُم ْ بَعْض َ الَِّيبلظَهَر َ الْفَسَاد ُ ف ِ الْب َِّ وَا
    .َ عَمِلُوا لَعَلَّهُم ْ يَرْجِعُوْن
    Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan
    manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan
    mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) [QS ar-Rūm (30): 41].
  2. Hadis Nabi saw, َ
    عَن ْ عُبَادَة َ بْن ِ الصَّامِت ِ أَن َّ رَسُول َ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَض َ أَن ْ ال َ ضََر
    .]د وابن ماجهحرواه أ[ َ وَال َ ضَِار
    Dari ‘Ubādah Ibn aṣ-Ṣāmit [diriwayatkan bahwa] Rasulullah saw menetapkan
    tidak boleh membuat kemudaratan dan tidak boleh pula membalas kemudaratan
    [HR Ibn Mājah dan Aḥmad].
    i. Tidak boleh ada monopoli dan konglomerasi
  3. Firman Allah, َ
    مَا أَفَاء َ الل َُّ ع ََ رَسُول ِِ مِن ْ أَهْل ِ الْقُرَى فَلِلَّه ِ وَلِلرَّسُول ِ وَلِِي الْقُرْب َ وَالَْتَام ُ
    وَالْمَسَاكِي ِْ وَابْن ِ السَّبِيْل ِ ك َْ ال َ يَكُون َ دُولَة ً بَي َْ اْألَغْنِيَاء ِ مِنْكُم ْ وَمَا ءَاتَاكُم
    .ِالرَّسُول ُ فَخُذُوه ُ وَمَا نَهَاكُم ْ عَنْه ُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا الل ََّ إِن َّ الل ََّ شَدِيْد ُ الْعِقَاب

Apa saja harta rampasan (fai’) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal
dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak
yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta
itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa
yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya
bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
sangat keras hukuman-Nya [QS al-Ḥasyr (59): 7].
2) Hadis Nabi saw,
عَن ْ يَْي َ وَهُو َ ابْن ُ رسَعِيْد ٍ قَال َ كَن َ سَعِيْد ُ بْن ُ الْمُسَيَّب ِ يَُدِّث ُ أَن َّ مَعْمَرًا
رواه[ ... ٌ قَال َ قَال َ رَسُول ُ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ مَن ِ احْتَكَر َ فَهُو َ خَاطِئ
.]د وأبو داودحمسلم وأ
Dari Yaḥyā dan ia adalah Ibn Sa‘īd [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Bahwa Sa‘īd
Ibn al-Musayyab memberitakan bahwa Ma’mar berkata: Rasulullah saw bersabda:
Barangsiapa yang menimbun barang, maka ia berdosa … [HR Muslim, Aḥmad,
dan Abū Dāwūd].
j. Obyek bisnis bukan sesuatu yang haram

  1. Hadis Nabi saw, َ
    عَن ْ جَابِر ِ بْن ِ عَبْد ِ الل َِّ أَنَّه ُ سَمِع َ رَسُول َ الل َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ يَقُوْل ُ عَم ِ
    ِْنِْير ِ وَاْألَصْنَامخلَْمْر ِ وَالْمَيْتَة ِ وَاخلالْفَتْح ِ وَهُو َ بِمَكَّة َ إِن َّ الل ََّ وَرَسُول َُ حَرَّم َ بَيْع َ ا
    فَقِيل َ يَا رَسُول َ الل َِّ أَرَأَيْت َ شُحُوم َ الْمَيْتَة ِ فَإِنَّه ُ يُطْل َ بِهَا السُّفُن ُ وَيُدْهَن ُ بِهَا َُّ
    الُْلُود ُ وَيَسْتَصْبِح ُ بِهَا انلَّاس ُ فَقَال َ ال َ هُو َ حَرَام ٌ ثُم َّ قَال َ رَسُول ُ الل َِّ صَل َّ الل ْ
    عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ عِنْد َ ذَلِك َ قَاتَل َ الل َُّ الَْهُود َ إِن َّ الل ََّ عَز َّ وَجَل َّ لَمَّا حَرَّم َ عَلَيْهِم
    .]ماعةلرواه ا[ ُ شُحُومَهَا أَجَْلُوه ُ ثُم َّ بَاعُوه ُ فَأَكَلُوا ثَمَنَه
    Dari Jābir Ibn ‘Abdullāh [diriwayatkan bahwa] ia mendengar Rasulullah saw
    bersabda pada waktu tahun kemenangan, ketika itu beliau di Mekah: Sesungguhnya
    Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi, dan arca-arca
    berhala. Kemudian ditanyakan kepada beliau: Wahai Rasulullah, bagaimana
    pendapat anda tentang lemak bangkai, karena ia dapat digunakan untuk mengecat
    perahu, meminyaki kulit, dan dapat digunakan oleh orang-orang untuk penerangan.
    Beliau bersabda: Tidak, ia adalah haram. Kemudian beliau bersabda: Allah
    melaknat orang-orang Yahudi. Sesungguhnya Allah tatkala mengharamkan
    lemaknya, mereka mencairkan lemak itu, kemudian menjualnya dan makan hasil
    penjualannya [HR Jamaah Ahli Hadis].

  2. Hadis Nabi saw, ْ
    َهُوْد َ حَرِّمَتلعَن ْ ابْن ِ عَبَّاس ٍ أَن َّ انلَّب َِّ صَل َّ الل َُّ عَلَيْه ِ وَسَلَّم َ قَال َ لَعَن َ الل َُّ اْ َ
    عَلَيْهِم ُ الشُّحُوْم َ فَبَاعُوْهَا وَأَكَلُوْا أَثْمَانِه َا ِإَون َّ الل ََّ إِذَا حَرَّم َ ع ََ قَوْم ٍ أَكْل
    .]د وأبو داودحرواه أ[ ُ شَيْئ ٍ حَرَّم َ عَلَيْهِم ْ ثَمَنَه
    Dari Ibn ‘Abbās [diriwayatkan bahwa] Nabi saw bersabda: Allah melaknati orang-
    orang Yahudi, karena telah diharamkan kepada mereka lemak-lemak (bangkai)
    namun mereka menjualnya dan makan hasil penjualannya. Sesungguhnya Allah
    jika mengharamkan kepada satu kaum makan sesuatu, maka haram pula hasil
    penjualannya [HR Aḥmad dan Abū Dāwūd].
    k. Tidak boleh menelantarkan dan memubazirkan harta.

  3. Firman Allah,
    َة ٍ وَال َ سَائِبَة ٍ وَال َ وَصِيلَة ٍ وَال َ حَام ٍ وَلَكِن َّ الَِّيْن َ كَفَرُوايمَا جَعَل َ الل َُّ مِن ْ بَِ
    .َ َُون َ ع ََ الل َِّ الْكَذِب َ وَأَكْثَُهُم ْ ال َ يَعْقِلُوْنرتيَفْ
    Allah sekali-kali tidak pernah mensyari`atkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah
    dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah,
    dan kebanyakan mereka tidak mengerti [QS al-Mā’idah (5): 103].

  4. Firman Allah, َ
    وَءَات ِ ذَا الْقُرْب َ حَقَّه ُ وَالْمِسْكِي َْ وَابْن َ السَّبِيْل ِ وَال َ تُبَذِّر ْ تَبْذِيْرًا إِن َّ الْمُبَذِّرِين
    .ِ وَكَن َ الشَّيْطَان ُ لِرَبِّه ِ كَفُوْرًا يكَنُوا إِخْوَان َ الشَّيَاطِ
    Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang
    miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-
    hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
    saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya
    [QS al-Isrā’ (17): 26-27]. •

Sumber

Kembali ke HPT 3